AFTECH Perkuat Literasi Fintech di Kalangan Mahasiswa | IVoox Indonesia

April 16, 2026

AFTECH Perkuat Literasi Fintech di Kalangan Mahasiswa

program Infinity di UNS Solo
Adopsi fintech di kalangan mahasiswa meningkat, AFTECH perkuat literasi lewat program Infinity di UNS Solo IVOOX.ID/doc AFTECH

IVOOX.id – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memperkuat literasi keuangan digital menyikapi tren penggunaan teknologi finansial (fintech) di kalangan mahasiswa terus menunjukkan peningkatan signifikan dengan menggelar program Indonesia Fintech Youth Community (Infinity) yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang lebih komprehensif terkait penggunaan layanan keuangan digital. AFTECH menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, serta pelaku industri seperti INDODAX dan Izi Data Indonesia.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari OJK, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 92,74 persen. Namun, tingkat literasi masih berada di angka 66,46 persen. Kesenjangan ini dinilai semakin terlihat di kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan layanan fintech, namun belum sepenuhnya memahami risiko dan pengelolaan keuangan secara optimal.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan bahwa mahasiswa merupakan kelompok dengan tingkat adopsi fintech yang tinggi, baik untuk transaksi, pembiayaan, maupun investasi. Namun demikian, pemahaman terkait manajemen keuangan masih perlu ditingkatkan.

“Mahasiswa saat ini merupakan salah satu kelompok dengan tingkat adopsi fintech yang paling tinggi, baik untuk transaksi harian, akses pembiayaan, maupun investasi. Namun, di saat yang sama, kami melihat masih adanya kesenjangan dalam pemahaman terkait pengelolaan keuangan, manajemen risiko, hingga perencanaan finansial jangka panjang,” ujar Firlie dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. “Edukasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa peningkatan inklusi keuangan di Indonesia berjalan seiring dengan peningkatan kualitas literasi,” ujarnya.

Dari sisi industri, Felix Jonathan Siregar menyoroti meningkatnya minat mahasiswa terhadap investasi aset digital, termasuk kripto. Ia mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap volatilitas pasar dan manajemen risiko.

“Mahasiswa saat ini juga sudah mulai masuk sebagai investor, termasuk di aset kripto. Tantangannya bukan hanya soal literasi, tetapi bagaimana mereka memahami volatilitas pasar, manajemen risiko, serta membangun mindset investasi jangka panjang,” kata Felix.

Sementara itu, Ricko Marpaung menekankan bahwa setiap keputusan finansial mahasiswa akan membentuk profil risiko mereka di masa depan, terutama dalam sistem berbasis credit scoring.

0 comments

    Leave a Reply