AirAsia Indonesia Optimalkan Rute Penerbangan Antisipasi Dinamika Harga Avtur | IVoox Indonesia

April 7, 2026

AirAsia Indonesia Optimalkan Rute Penerbangan Antisipasi Dinamika Harga Avtur

Indonesia-AirAsia
PT AirAsia Indonesia Tbk. (AAID/CMPP) mencatat pendapatan sebesar Rp7,87 triliun sepanjang 2025, sekaligus menurunkan kerugian sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Jakarta, Minggu (15/3/2026) (ANTARA/HO-AirAsia Indonesia)

IVOOX.id – Maskapai penerbangan AirAsia X siap untuk mengoptimalkan berbagai rute domestik dan internasional, baik dari dan ke beragam kota di Indonesia, sebagai salah satu langkah dalam menyikapi dinamika harga avtur dan geopolitik dunia.

“Untuk AirAsia Indonesia, kami sedang melakukan optimasi pada rute-rute tertentu, terutama kami melindungi rute-rute yang memiliki permintaan tinggi,” kata Chief Commercial Officer AirAsia X Amanda Woo, Senin (6/4/2026), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Woo mencontohkan adanya sejumlah rute penerbangan domestik yang saat ini tengah disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Salah satunya adalah rute dari Surabaya (SUB) dengan berbagai kota di Sulawesi seperti Makassar (UPG), Kendari (KDI), Luwuk (LUW), dan Palu (PLW), yang baru saja diluncurkan pada 7 Maret 2026.

“Rute domestik yang kami buka tahun ini murni untuk konektivitas antara Surabaya dan Sulawesi, yang saat ini sedang kami rasionalisasi,” kata Woo.

“Dari segi penerbangan dua kali sehari, kami akan kurangi menjadi penerbangan harian atau mingguan,” ujarnya menambahkan.

Meskipun terdapat penyesuaian, Woo memastikan langkah tersebut tidak akan mempengaruhi konektivitas antarkota terkait.

“Sekali lagi, hal itu tidak akan mempengaruhi konektivitas antara kedua wilayah di Indonesia ini,” ujar dia.

Sementara itu, harga avtur dunia dilaporkan melonjak tajam per April 2026, menembus kisaran 150–200 dolar AS per barel imbas konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Harga ini naik signifikan dari level normal di bawah 100 dolar AS.

“Di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok, harga avtur global telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025. Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan,” kata Group CEO AirAsia X Bo Lingam.

0 comments

    Leave a Reply