Aktivitas Penerbangan Menuju Timur Tengah di Bandara Soetta Alami Penundaan Dampak Serangan AS dan Israel pada Iran

IVOOX.id – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan aktivitas penerbangan menuju Timur Tengah terdapat pembatalan dan penundaan seiring adanya penutupan wilayah udara (airspace closed) di sejumlah negara kawasan tersebut.
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap menyebutkan penerbangan yang terdampak atas penutupan itu antara lain Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954) tujuan Doha, Qatar Airways (QR957) tujuan Doha, Emirates (EK357) tujuan Dubai, Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi, Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha, serta Etihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi.
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," jelasnya di Tangerang, Banten, Minggu (1/3/2025), dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan dengan adanya beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan, maka pihaknya telah memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak dengan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.
"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," ucapnya.
Aziz pun memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya untuk rute internasional lainnya hingga kini tetap berlangsung dengan aman dan lancar.
Selain itu, pihak manajemen Bandara Soetta menjamin seluruh aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
"Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," paparnya.
Dalam hal ini, InJourney selaku pengelola utama bandara di Indonesia juga mengimbau kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait, guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan.
"Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat," kata dia.
Sebelumnya, Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai mengumumkan sebanyak empat penerbangan internasional dari Denpasar mengalami penundaan dan penyesuaian akibat penutupan ruang udara usai Iran diserang.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi dalam keterangan resmi di Denpasar, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.
Gede Eka menyebut setidaknya hingga pukul 21.00 Wita satu penerbangan internasional mengalami postponed atau disesuaikan kembali jadwalnya yaitu penerbangan maskapai Etihad EY477 rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH).
Sementara tiga penerbangan internasional lainnya mengalami canceled atau penundaan keberangkatan yaitu maskapai Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), dan Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH).
Gede Eka memastikan pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama dengan maskapai penerbangan untuk terus memperbaharui jadwal penerbangan.
Gede Eka mengimbau agar para calon penumpang pesawat udara terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan.
“Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi,” kata dia.
Untuk diketahui gelombang penutupan ruang udara terjadi setelah adanya serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran.
Dikutip dari Al Jazeera, beberapa negara yang saat ini menutup ruang udara antara lain Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan sebagian Suriah.


0 comments