Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Jakarta Timur, Sempat Genangi Area Terminal Kampung Rambutan

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sejumlah wilayah di di Jakarta Timur masih terendam banjir setelah wilayah tersebut diguyur hujan dan meluapnya sejumlah sungai (kali).
"Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu (22/3/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, hingga pukul 10.00 WIB jumlah RT yang masih terendam banjir yaitu mencapai 46 dengan ketinggian air 30-80 sentimeter (cm).
Isnawa menjelaskan bahwa banjir sendiri disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3). Sehingga, terjadinya kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan Siaga 3 pukul 18.00 WIB.
Kemudian, di Pos Cipinang Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Sunter Hulu Siaga 2 pukul 18.00 WIB, dan Pos Krukut Hulu Siaga 3 pukul 19.00 WIB dan menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ujarnya.
Terpisah, Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya dipicu air kiriman dari wilayah hulu, khususnya Cimanggis, Depok.
"Hujan di sini mulai Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB sampai menjelang malam. Tapi air mulai naik itu sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan sudah berhenti. Ini menandakan kiriman dari hulu sangat besar," kata Camat Ciracas, Panangaran Ritonga saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (22/3/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, banjir bukan hanya diakibatkan hujan lokal. Kenaikan debit air di wilayahnya terjadi justru saat hujan di Ciracas mulai mereda.
Tingginya curah hujan di wilayah Cimanggis, kata Panangaran, menyebabkan peningkatan volume air di sejumlah aliran kali yang bermuara ke Ciracas, terutama Kali Baru di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Kali Cipinang.
Akibatnya, air meluap dan merendam sedikitnya sepuluh RW di wilayah tersebut. Ketinggian air di permukiman warga mencapai 50 sentimeter (cm) hingga satu meter pada puncak banjir yang terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Meskipun terdapat informasi bahwa turap di kawasan Cibubur jebol, namun kondisi tersebut bukan faktor utama penyebab banjir.
"Bahkan tanpa kerusakan turap, air tetap melimpas karena volume yang sangat besar. Jadi, ini murni karena debit air dari hulu yang sangat tinggi," ujar Panangaran.
Selain itu, fenomena banjir kiriman ini menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan banjir di wilayah hilir seperti Ciracas, karena sangat bergantung pada kondisi cuaca di daerah hulu.
Memasuki Minggu, 2 Maret 2026, kondisi banjir mulai berangsur surut. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air di sejumlah titik tersisa sekitar 15 hingga 20 cm. Jajaran kecamatan saat ini berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan warga terdampak.
Sejumlah warga mengungsi ke lokasi aman termasuk kantor kelurahan, sementara lainnya memilih tinggal di rumah kerabat.
Imbas banjir tersebut, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi warga rentan, mulai dari balita hingga ibu hamil.
"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (22/3/2026), dikutip dari Antara.
Ketinggian banjir yang terjadi di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, yakni mencapai sekitar 1,7 meter, sehingga membahayakan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan.
Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi tersebut. Di antaranya terdapat enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga dalam kondisi sakit yang diprioritaskan untuk segera dipindahkan ke lokasi aman.
Selain itu, Gulkarmat Jaktim juga mengevakuasi enam warga terdampak banjir dengan ketinggian air satu meter lebih di Jalan H. Syarif RT 08 RW 10, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Genangan air dilaporakan sempat terjadi di kawasan Terminal Kampung Rambutan pada Sabtu, 22 Maret 2026, malam akibat luapan Kali Cipinang.
"Ada genangan, tapi tidak mengganggu operasional bus. Bus masih beroperasi seperti biasa, dan sekarang kondisi air juga sudah mulai surut," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain, Minggu (22/3/2026), dikutip dari Antara.
Revi menyebut, bus maupun Transjakarta dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Menurut dia genangan mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Air yang masuk ke area terminal berasal dari luapan Kali Cipinang setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut.
"Ketinggian air mencapai sekitar 10 hingga 20 sentimeter akibat hujan deras dan luapan kali," ujarnya.
Revi memastikan, kondisi tersebut dinilai masih aman bagi aktivitas kendaraan besar seperti bus yang keluar dan masuk terminal.
"Bus tetap melayani penumpang tanpa adanya pembatalan perjalanan akibat genangan tersebut," ucapnya.
Menurut dia, petugas terminal terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan genangan susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Seiring dengan surutnya air, aktivitas penumpang di terminal pun berangsur kembali seperti biasa.
Meski demikian, pihak pengelola tetap mengimbau pengguna jasa transportasi untuk waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi genangan di sejumlah titik, khususnya di wilayah yang dilintasi aliran sungai.


0 comments