Bapanas Pastikan Harga Kedelai Stabil di Bawah HAP, Perum Bulog Siapkan Cadangan 70 Ribu Ton | IVoox Indonesia

April 20, 2026

Bapanas Pastikan Harga Kedelai Stabil di Bawah HAP, Perum Bulog Siapkan Cadangan 70 Ribu Ton

antarafoto-dampak-kenaikan-harga-kedelai-di-serang-1775120817-1
Pekerja menggiling kedelai untuk pembuatan tahu di Kota Serang, Banten, Kamis (2/4/2026). Produsen tahu setempat mengeluhkan kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram menjadi Rp10.500 per kilogram sehingga menaikkan harga jual tahu kepada agen dan di pasaran. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

IVOOX.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe tetap terkendali dan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan melalui rapat koordinasi dengan para importir kedelai nasional. Berdasarkan hasil pemantauan, harga kedelai di tingkat importir untuk kualitas tertinggi saat ini berada pada kisaran Rp10.100 hingga Rp10.200 per kilogram.

“Kami telah melakukan langkah antisipasi melalui rapat koordinasi dengan para importir. Saat ini harga kedelai relatif baik. Di tingkat konsumen atau pengrajin, khususnya di wilayah Jawa dan Bali, harga tertinggi berada di kisaran Rp11.000 per kilogram,” ujar Ketut dalam siaran pers dikutip Minggu (19/4/2026).

Harga tersebut dinilai masih dalam batas aman karena berada di bawah HAP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.000 per kilogram. Meskipun terdapat penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya, Bapanas menegaskan bahwa kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Dalam rangka memperkuat pengawasan, Bapanas juga mewajibkan para importir untuk melaporkan setiap rencana perubahan harga sebelum diberlakukan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan transparansi pembentukan harga serta menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah.

Selain itu, pemerintah melalui Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan pengadaan cadangan kedelai sebanyak 70.000 ton sebagai langkah mitigasi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Terkait adanya laporan harga kedelai di wilayah Aceh yang masih menyentuh Rp12.000 per kilogram, Bapanas akan segera melakukan pendalaman terhadap rantai distribusi.

“Kami akan mengumpulkan distributor dan importir untuk wilayah Aceh guna memastikan distribusi berjalan efisien sehingga harga di tingkat pengrajin dapat lebih terkendali,” tegas Ketut. 

0 comments

    Leave a Reply