BGN Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Tak Terkait Konsumsi Makan Bergizi Gratis | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

BGN Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Tak Terkait Konsumsi Makan Bergizi Gratis

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

Menurut Nanik, informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan makanan MBG tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia memastikan korban belum sempat mengonsumsi menu MBG sebelum mengalami kondisi darurat.

"Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Nanik dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pendarahan otak saat korban menjalani CT Scan di Rumah Sakit Bhayangkara. Kondisi tersebut membuat pasien harus dirujuk ke RS Tiara Sella yang memiliki fasilitas operasi bedah saraf.

Sebelumnya, Fatih sempat mendapat penanganan awal di RS Lagita Ketahun. Namun rumah sakit tersebut hanya melakukan tindakan kegawatdaruratan karena tingkat kesadaran korban sudah menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6, yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa.

Setelah sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang dihubungi namun ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) penuh, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Hasil pemindaian memperlihatkan adanya pendarahan otak yang memerlukan tindakan lanjutan. Fatih kemudian menjalani operasi bedah saraf di RS Tiara Sella dan meninggal dunia sekitar 12 jam setelah operasi.

Selain penjelasan medis, Nanik juga menyampaikan hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampel makanan MBG.

"Hasil uji BPOM menunjukkan seluruh sampel negatif, tidak ada bakteri E. coli, boraks, formalin, nitrit, arsen, sianida, ataupun temuan lain yang mengarah pada keracunan pangan," ujarnya.

Ia menambahkan, dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, hanya satu kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan. "Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak," kata Nanik.

0 comments

    Leave a Reply