Bhayangkara Presisi Tumbangkan Persebaya 2-1 | IVoox Indonesia

February 17, 2026

Bhayangkara Presisi Tumbangkan Persebaya 2-1

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Nehar Sadiki
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Nehar Sadiki (kiri) melakukan selebrasi bersama penjaga gawang Aqil Savik (kanan) setelah timnya menang atas Persebaya dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam. ANTARA/Rizal Hanafi

IVOOX.id – Bhayangkara Presisi Lampung FC membungkam tuan rumah Persebaya Surabaya 2-1 dalam pertandingan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 14 Februari 2026, malam.

Mengutip Antara, Bernard Henry pada Moussa Sidibe mencetak kedua gol tim tamu, sedangkan gol tunggal Persebaya dicetak Mihailo Perovic pada menit ke-64.

Bhayangkara naik ke peringkat kedelapan dengan 29 poinm, sementara Persebaya tetap peringkat kelima dengan 35 poin.

Tuan rumah langsung menekan pertahanan Bhayangkara sampai peluang pertama tercipta ketika tendangan Gali Freitas pada menit ke-2 ditepis kiper Aqil Savik.

Bhayangkara merespons pada menit ke-6 lewat tendangan melengkung Moussa Sidibe, tetapi kiper Andhika Ramadhani menggagalkannya.

Tim Bernardo Tavares berupaya bermain cepat, namun Bhayangkara tampil disiplin meredam serangan cepat Bajol Ijo.

Bhayangkara juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat melalui Privat Mbarga dan Sidibe.

Bhayangkara memecahkan kebuntuan pada menit ke-26 Sidibe melepaskan tendangan melengkung yang disambut sundulan Bernard Henry untuk masuk gawang Persebaya.

Persebaya berusaha segera menyamakan kedudukan. Mereka mendapatkan peluang pada menit ke-45 melalui tendangan spekulasi Raickovic dari luar kotak penalti.

Bhayangkara justru menggandakan keunggulan pada menit ke-45+2. Moussa Sidibe lolos dari jebakan offside, lalu mengecoh Andhika Ramadhani sebelum menuntaskan peluang menjadi gol. 2-0 untuk Bhayangkara.

Pada babak kedua tim asuhan Bernardo Tavares langsung meningkatkan intensitas permainan untuk mengejar gol ke gawang Bhayangkara.

Mereka membuat peluang pada menit ke-54 dari Gali Freitas tetapi sepakannya ditepis kiper Aqil Savik. Bajol Ijo juga memperoleh dua peluang emas melalui Milos Raickovic dan Mihailo Perovic.

Persebaya akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64. Perovic melepaskan tendangan melengkung setelah menerima umpan dari Gali Freitas yang tak bisa dibendung Aqil Savik. Skor berubah 2-1.

Green Force kembali mendapat peluang melalui Rachmat Irianto pada menit ke-75, tetapi bola melambung tipis di atas mistar gawang Bhayangkara.

Bhayangkara balik mengancam pada menit ke-76. Sidibe mengirim umpan kepada Ryo Matsumura, namun sontekannya dihalau kiper Persebaya Andhika Ramadhani.

Hingga wasit Yudai Yamamoto asal Jepang meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tetap 2-1 untuk Bhayangkara.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui pemain-pemainnya bermain kurang tenang pada babak pertama sehingga tim tamu Bhayangkara Presisi Lampung FC memenangkan laga itu dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

“Ketika mereka punya peluang pertama dan mencetak gol, saya rasa kami bermain lebih dengan hati daripada dengan kepala,” kata Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan pada Sabtu (14/2/2026), dikutip dari Antara.

Meskipun Persebaya juga menciptakan beberapa peluang pada paruh pertama, lanjutnya, penyelesaian akhir tidak berjalan efektif, termasuk momen yang diperoleh Rivera dan Bruno.

“Kami menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir kami tidak akurat,” ucapnya.

Dia menyebut para pemain Persebaya tidak cukup banyak memenangkan bola-bola kedua di area depan, sementara lawan lebih dominan di lini tengah.

Namun, ia mengapresiasi para pemainnya pada babak kedua yang tampil lebih agresif, meskipun hanya mencetak satu gol.

“Saya menghargai kerja keras para pemain, terutama pada babak kedua,” ujar Tavares.

Untuk mengejar ketertinggalan, ia memasukkan pemain muda dan menempatkan bek tengah sebagai penyerang pada menit-menit akhir.

Tavares juga menyinggung pertandingan yang menurutnya terlalu sering terhenti karena lawan mengulur waktu.

Hal tersebut, lanjutnya, terjadi sejak babak pertama hingga babak kedua, sementara tambahan waktu yang diberikan wasit hanya lima menit.

Tapi dia menyatakan kekalahan bukan disebabkan keputusan wasit, melainkan efektivitas tinggi Bhayangkara.

“Kami kalah karena lawan mencetak dua gol, dan kami hanya mencetak satu, itu saja,” tuturnya.

Sementara, Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster menyatakan telah membaca situasi Persebaya sehingga bisa menerapkan strategi jitu yang menjadi kunci kemenangan mereka.

“Kami tahu ini akan sulit di Stadion GBT dengan Bonek Bonita, tapi kami fokus, kami punya strategi 100 persen untuk pertandingan ini dan kami berhasil meraih tiga poin,” kata Munster dalam konferensi pers setelah pertandingan, dikutip dari Antara.

Dia sudah memperkirakan tekanan yang akan diberikan Persebaya pada babak kedua setelah timnya unggul lebih dulu, sehingga melakukan penyesuaian taktik untuk menjaga keunggulan.

Pelatih berkebangsaan Irlandia Utara itu juga menyebut perubahan strategi dilakukan secara situasional karena Persebaya berusaha mengejar gol, namun timnya tetap menciptakan peluang.

“Kami tahu tentu saja Persebaya butuh mencetak gol, jadi secara strategi sedikit taktis saya juga mengubahnya selama pertandingan,” ucapnya.

Munster mengaku memiliki perasaan positif saat kembali ke Stadion GBT karena memiliki hubungan baik dengan Persebaya, termasuk pemain, staf, dan suporter.

“Hanya saja minta maaf kami menang, tapi di akhir pertandingan ini adalah sepak bola,” tuturnya.

Pada pertandingan berikutnya, Bhayangkara bertandang ke Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat pekan depan.

Sehari kemudian Persebaya melawat ke kandang Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

0 comments

    Leave a Reply