BNPB Sebut Banjir Solo dan Bandung Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 92S | IVoox Indonesia

April 17, 2026

BNPB Sebut Banjir Solo dan Bandung Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 92S

banjir di Solo
Petugas BPBD Jateng dan gabungan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di Solo. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bahwa banjir yang melanda Kota Solo/Surakarta, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari masih eksisnya Bibit Siklon Tropis 92S.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, meskipun posisi bibit siklon di barat daya Sumatera tersebut mulai menjauhi Indonesia, dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Anatra.

BNPB melaporkan, di Kota Surakarta (Solo) banjir melanda pada Selasa, 14 April 2026, malam pukul 21.42 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Solo Raya. Sampai Rabu, 15 April 2026, petang tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 12 kelurahan, termasuk Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.

Selain genangan air, bencana tersebut mengakibatkan talud longsor di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga dilaporkan sempat mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai warga.

Sementara di Kabupaten Bandung, Jawa Barat banjir dipicu oleh hujan lebat dan jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah pada periode yang sama. Bencana ini berdampak pada dua kecamatan, yakni Majalaya dan Bojongsoang.

Data sementara di Kabupaten Bandung mencatat 95 KK atau sekitar 250 jiwa terdampak. Hingga Rabu, wilayah Majalaya sudah surut total, namun di Kecamatan Bojongsoang tinggi muka air masih berkisar antara 10-150 centimeter.

Menurut Abdul, untuk penanganan di Kota Surakarta petugas gabungan BPBD kota setempat telah menyalurkan bantuan logistik berupa matras, sembako, serta mendirikan dapur umum.

Adapun di Kabupaten Bandung petugas gabungan bersama warga saat ini masih melakukan asesmen dan pembersihan material lumpur secara gotong royong. Wilayah tersebut kini masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan pemerintah daerah setempat.

BNPB mengingatkan sebagaimana laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Sumatera bagian tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko bencana hidrometeorologi susulan dalam beberapa hari ke depan.

0 comments

    Leave a Reply