BRIN Periksa Fasilitas Reaktor Siwabessy untuk Revitalisasi Reaktor Nuklir

IVOOX.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pemeriksaan fasilitas operasional Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dalam upaya revitalisasi fasilitas fabrikasi bahan bakar nuklir di Kawasan Sains dan Teknologi B. J. Habibie, Serpong, Banten.
"Kami melakukan cek fisik secara menyeluruh terhadap peralatan proses dan fabrikasi bahan bakar nuklir untuk mengetahui kondisi aktual, tingkat kerusakan, serta kebutuhan perbaikan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses revitalisasi," kata Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Maman Kartaman Ajiriyanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/3/2026), dikutip dari Antara.
Maman menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh rantai proses produksi bahan bakar nuklir, mulai dari peralatan konversi bahan, produksi serbuk, hingga fabrikasi elemen bakar berbasis U3Si2 (Uranium Silisida) dan sistem kendali kualitas.
Berdasarkan hasil awal pemeriksaan, mayoritas peralatan fabrikasi masih berada dalam kondisi baik dan layak untuk dioperasikan kembali dengan dukungan perawatan rutin serta perbaikan minor.
Namun demikian, sejumlah fasilitas penunjang memerlukan pembaruan, terutama pada peralatan kendali kualitas, seperti sinar x, ultrasonic testing (UT), serta mesin las.
"Selain itu, sistem ventilasi (VAC) dan infrastruktur internal gedung juga direkomendasikan untuk direvitalisasi guna memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasional yang lebih mutakhir," ujarnya.
Maman menekankan urgensi percepatan revitalisasi fasilitas tersebut. Ia menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar untuk RSG-GAS diproyeksikan hanya mencukupi hingga tahun 2026, sehingga langkah revitalisasi perlu segera direalisasikan.
Ia menyampaikan revitalisasi dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari perbaikan sistem ventilasi (VAC) dan aspek keselamatan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta perbaikan peralatan fabrikasi.
Sementara itu, peralatan kendali kualitas, seperti sinar x dan ultrasonic testing (UT) direkomendasikan untuk diganti dengan perangkat baru guna mendukung standar operasional yang lebih andal.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi multipihak, antara lain PRTBNLR BRIN, Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), PT Industri Nuklir Indonesia (PT Inuki), serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).


0 comments