CELIOS Sarankan Realokasi Belanja Pemerintah Antisipasi Harga Minyak Tinggi | IVoox Indonesia

10 Maret 2026

CELIOS Sarankan Realokasi Belanja Pemerintah Antisipasi Harga Minyak Tinggi

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira
Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (4/9/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

IVOOX.id – Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah untuk merealokasi anggaran belanja sejumlah program untuk menghadapi tekanan tingginya harga minyak akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut Bhima, opsi tersebut menjadi jalan yang lebih baik alih-alih menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mengurangi tekanan fiskal.

“Jangan menaikkan harga BBM, masyarakat belum siap. Sebaiknya segera lakukan realokasi anggaran,” kata Bhima di Jakarta, Senin (9/3/2026), dikutip dari Antara.

Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) akibat beban tambahan Rp340 triliun.

Bila konflik berlanjut lebih dari satu bulan dan pemerintah tidak menambah subsidi energi serta kompensasi ke PT Pertamina (Persero), kata Bhima, maka kenaikan harga BBM menjadi opsi berikutnya.

Sementara, bila BBM naik, inflasi pangan berpotensi melambung dan menurunkan konsumsi kelas menengah ke bawah.

Dengan ruang fiskal yang terbatas, Bhima menyarankan agar pemerintah menyesuaikan belanja tiga program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan food estate.

Khusus terkait MBG, menurut Bhima, sorotan dari lembaga pemeringkat global Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service (Moody’s) bisa menjadi justifikasi untuk memangkas anggaran program tersebut.

Di sisi lain, Bhima berpendapat pemerintah perlu segera membahas penyesuaian APBN dengan DPR. Hal ini untuk meredam dampak volatilitas harga minyak terhadap ruang fiskal.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi waktu satu bulan untuk mengevaluasi potensi penyesuaian APBN.

Untuk sejauh ini, Purbaya berpendapat rerata perkembangan harga minyak masih di bawah kapasitas maksimal APBN.

Dia juga belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, anggaran fiskal masih cukup untuk menampung gejolak saat ini.

0 comments

    Leave a Reply