Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Fase Turnaround Perusahaan, Siapkan 118 Armada Operasional | IVoox Indonesia

20 Maret 2026

Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Fase Turnaround Perusahaan, Siapkan 118 Armada Operasional

Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia
Ilustrasi - Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 143. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.)

IVOOX.id – Garuda Indonesia Group memperkuat langkah transformasi bisnis dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui pemulihan kapasitas produksi, penguatan struktur modal, serta berbagai inisiatif strategis operasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa perusahaan terus membangun fondasi transformasi secara menyeluruh. “Garuda Indonesia Group terus memperkuat fondasi transformasi bisnisnya dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id pada Kamis (19/3/2026).

Sepanjang 2025, Garuda mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 3,22 miliar dolar AS, turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring fase konsolidasi operasional dan terbatasnya kapasitas produksi akibat banyaknya armada yang belum dapat beroperasi karena proses perawatan.

Perseroan juga membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar serta peningkatan biaya tetap. Jumlah penumpang tercatat mencapai 21,2 juta, turun 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, kinerja operasional mulai menunjukkan perbaikan. Hingga akhir 2025, jumlah pesawat yang siap beroperasi meningkat menjadi 99 armada, dari sebelumnya sekitar 84 armada pada pertengahan tahun. Sementara itu, sebanyak 43 pesawat masih dalam tahap perawatan.

Garuda menargetkan pada akhir 2026 akan mengoperasikan sedikitnya 118 armada, terdiri dari 68 pesawat Garuda Indonesia dan 50 pesawat Citilink.

Perbaikan kinerja juga ditopang penguatan struktur modal melalui dukungan pendanaan dari Danantara. Sepanjang 2025, perusahaan menerima dukungan sekitar Rp23,7 triliun dalam bentuk shareholder loan dan capital injection. Langkah ini berhasil mendorong ekuitas perusahaan kembali positif menjadi 91,9 juta dolar AS, dari sebelumnya negatif US$1,35 miliar.

Selain itu, posisi kas meningkat signifikan menjadi 943,4 juta dolar AS pada akhir 2025, dibandingkan 219,1 juta dolar AS pada tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan.

Dalam upaya mempercepat transformasi, Garuda menjalankan 11 inisiatif strategis, termasuk optimalisasi jaringan rute, peningkatan kapasitas armada, digitalisasi operasional, hingga peningkatan pengalaman pelanggan.

Dengan berbagai langkah tersebut, manajemen optimistis kinerja operasional akan membaik secara bertahap. “Dengan berbagai langkah transformasi yang terus dijalankan secara disiplin dan terukur, Garuda Indonesia menempatkan tahun 2026 sebagai titik akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan,” kata Glenny.

0 comments

    Leave a Reply