Hadapi Potensi Kemarau Panjang 2026, Kementan Perkuat Irigasi dan Bantuan Benih di Jabar | IVoox Indonesia

March 30, 2026

Hadapi Potensi Kemarau Panjang 2026, Kementan Perkuat Irigasi dan Bantuan Benih di Jabar

Mentan Amran Sulaiman
Mentan Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai menghadiri pembukaan PSBM di Makassar, Kamis (26/3/2026). ANTARA/lin

IVOOX.id – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga Oktober mendatang. Di antaranya, penguatan ketersediaan sumber air serta penyediaan benih untuk mempertahankan produktivitas padi dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikutip dari laman resmi Kementan, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Amran, Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi padi. Dengan luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare, kontribusi daerah ini sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. Berdasarkan proyeksi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan kering,

"Terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan,” ujar Amran.

Menghadapi kondisi tersebut, kata Amran, Kementan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Di antaranya, penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, serta optimasi lahan non-rawa.

“Penguatan jaringan irigasi dan optimalisasi pompanisasi menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air di tengah tekanan musim kemarau,” kata Amran.

Selain itu, kata Amran, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim. Kemudian juga meningkatkan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung.

“Bantuan benih padi disalurkan untuk menjaga produktivitas pertanian agar tetap optimal meski menghadapi tantangan perubahan iklim,” katanya.

Amran berharap, melalui langkah terkoordinasi tersebut, diharapkan ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga. Sehingga produksi dan produktivitas padi di Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di tengah ancaman musim kemarau panjang.

0 comments

    Leave a Reply