Harga Bahan Pokok Masih Bervariasi Setelah Lebaran | IVoox Indonesia

29 Maret 2026

Harga Bahan Pokok Masih Bervariasi Setelah Lebaran

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) berbicara dengan pembeli kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan harga kebutuhan pokok masih bervariasi pasca-Idulfitri, dengan sebagian mengalami kenaikan dan sebagian turun, sehingga pemerintah melakukan intervensi melalui pasar murah di sejumlah kota untuk menstabilkan harga.

“Karena harga-harga masih ada yang belum turun, maka pemerintah melakukan apa yang disebut dengan pasar murah. Nanti sore (di Monas), Bulog akan menggelar pasar murah hampir 100 ribu paket, ada beras, ada minyak dan lain-lain. Begitu juga daerah-daerah lain,” katanya saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (28/3/2026), dikutip dari Antara.

Zulhas memastikan bahwa pemerintah terus memantau harga kebutuhan pokok setiap hari, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di daerah-daerah lain.

Saat meninjau Pasar Minggu, Jakarta, ia mencatat harga telur relatif stabil dan daging ayam naik sedikit. Cabai merah keriting justru mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan.

Meski begitu, stok kebutuhan pokok secara umum masih terkendali, meski situasinya belum sepenuhnya normal pasca-Idul Fitri. Zulhas memperkirakan baru sekitar 60-70 persen pedagang yang membuka lapak, sementara sisanya masih menunggu untuk kembali berjualan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso juga memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok secara umum tetap tercukupi. Pemerintah juga terus memantau distribusi agar stok stabil di seluruh pasar.

Terkait kenaikan harga cabai rawit merah sejak awal Ramadan, ia menyebut hal ini dipengaruhi cuaca yang menghambat panen. Sementara itu, harga cabai merah keriting tetap normal karena dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Ia menjelaskan, beberapa harga kebutuhan pokok memang belum turun sepenuhnya karena belum semua pedagang kembali berjualan dan sebagian distributor masih belum pulih.

Menghadapi hal tersebut, Budi memastikan bahwa pemerintah terus berkomunikasi dengan asosiasi petani dan distributor untuk memastikan pasokan kembali normal ke pasar-pasar.

“Tapi kami komunikasikan terus. Jadi nanti kami komunikasikan lagi dengan teman-teman khususnya para pemasok, terutama yang penting bagaimana normal kembali masuk ke pasar-pasar,” kata Budi, dikutip dari Antara.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per Jumat, 27 Maret 2026, tercatat harga berbagai kebutuhan pokok secara nasional mengalami perubahan yang bervariasi jika dibandingkan awal Ramadan atau pada 18 Februari 2026.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi yakni minyak goreng sawit curah dari Rp17.944 menjadi Rp19.036 atau naik 6,09 persen. Kemudian, daging sapi paha belakang (5,90 persen), daging ayam ras (naik 5,77 persen), dan cabai rawit merah (naik 4,64 persen).

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah keriting (turun 35,41 persen), cabai merah besar (turun 27,06 persen), dan bawang merah (turun 9,87 persen).

0 comments

    Leave a Reply