Harga Minyak Goreng dan BBM Kian Meroket, Puan Desak Pemerintah Ambil Langkah Mitigasi | IVoox Indonesia

April 23, 2026

Harga Minyak Goreng dan BBM Kian Meroket, Puan Desak Pemerintah Ambil Langkah Mitigasi

Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani, IVOOX.ID/doc DPR RI

IVOOX.id – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera mengambil langkah mitigasi dan pengendalian menyusul lonjakan harga kebutuhan pokok yang dipicu dinamika geopolitik global. Menurutnya, kenaikan harga energi, LPG, hingga minyak goreng mulai memberi tekanan serius bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

“Konflik geopolitik global mulai dirasakan dalam perekonomian nasional. Termasuk lonjakan harga energi dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat, terutama masyarakat dari kelompok ekonomi kecil,” kata Puan dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Rabu (22/4/2026).

Ia menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia, termasuk adanya harga yang mencapai Rp60.000 per liter di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Menurut Puan, situasi ini tidak bisa dipandang sekadar persoalan pasar, melainkan langsung menyentuh kondisi rumah tangga.

“Perubahan harga kebutuhan pokok langsung memengaruhi ruang belanja harian rumah tangga,” ujarnya.

Puan menegaskan, bagi banyak keluarga minyak goreng merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda pembeliannya. Karena itu, setiap kenaikan harga secara langsung mengubah pola pengeluaran masyarakat.

“Karena itu setiap kenaikan harga langsung mengubah komposisi pengeluaran harian, dan dampak bagi masyarakat adalah bagaimana satu kebutuhan pokok mulai mengambil porsi lebih besar dari belanja harian mereka," kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Selain harga pangan, ia juga menyoroti dampak kenaikan BBM nonsubsidi dan LPG terhadap daya beli masyarakat. Meski kenaikan BBM berlaku untuk nonsubsidi, Puan mengingatkan di banyak daerah masyarakat justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi dan terpaksa membeli bahan bakar dengan harga lebih tinggi.

“Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi sehingga mereka yang berhak terpaksa membeli BBM non-subsidi yang harganya naik signifikan,” ungkapnya.

Menurut Puan, kondisi serupa terjadi pada LPG dan berpotensi memberi efek berantai terhadap harga komoditas lainnya. Karena itu, ia mendesak pemerintah bergerak cepat agar kenaikan harga tidak meluas.

“Jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan ini dapat memicu ekspektasi kenaikan barang lain di pasar. Ini akan menambah beban masyarakat yang sudah dalam kondisi ekonomi berat,” ujarnya.

Puan juga meminta pemerintah memitigasi dampak ketidakpastian geopolitik, termasuk potensi berkepanjangannya konflik global yang bisa memperburuk inflasi dan menekan ekonomi nasional.

“Untuk kenaikan harga BBM non-subsidi tentu harus ada keadilan dan diberikan penjelasan kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan, dan apakah harga tersebut akan terus naik atau seperti apa,” ujarnya.

Ia menegaskan negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau. “Negara harus hadir pada titik ketika kebutuhan dasar mulai terasa berat di dapur rumah tangga, karena di situlah kualitas kebijakan paling cepat diuji,” kata Puan.

0 comments

    Leave a Reply