Hybrid AI Menjadi Standar Baru Operasional Bisnis | IVoox Indonesia

11 Maret 2026

Hybrid AI Menjadi Standar Baru Operasional Bisnis

Executive Vice President and President, Solutions and Services Group Lenovo, Ken Wong
Executive Vice President and President, Solutions and Services Group Lenovo, Ken Wong (kanan) bersama Financial Secretary of the Government of the Hong Kong Special Administrative Region, Paul Chan (kiri) dalam acara Lenovo Tech World 2026 yang berlangsung di Hong Kong, Selasa (10/3/2026). ANTARA/Adimas Raditya

IVOOX.id – Perusahaan teknologi Lenovo menyatakan bahwa kecerdasan buatan hibrida atau Hybrid AI kini telah menjadi standar baru dalam operasional bisnis di berbagai sektor industri.

Executive Vice President and President, Solutions and Services Group Lenovo, Ken Wong menjelaskan bahwa Hybrid AI bukan lagi sekadar pilihan melainkan sebuah keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di era digital.

"Hybrid AI sudah menjadi standar baru karena setiap orang itu unik dan setiap organisasi berbeda. Hybrid AI memiliki model bahasa yang besar, pilihan terhadap data, dan pilihan di mana AI itu dijalankan," ujar Ken Wong dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa (10/3/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Ken Wong, saat ini AI telah berevolusi melampaui sekadar menghasilkan jawaban, di mana teknologi tersebut kini mampu merasakan, bernalar, dan bertindak secara langsung atau real time.

Bagi perusahaan, fase baru ini menandai momen di mana AI mengubah data menjadi tindakan nyata serta menghubungkan dunia digital dan fisik.

Lenovo sendiri menerapkan konsep Hybrid AI dalam dua bentuk utama, yakni personal AI yang terintegrasi di berbagai perangkat, serta enterprise AI yang menjangkau seluruh ekosistem perusahaan.

Kombinasi keduanya, kata Ken Wong, mendefinisikan era baru pemanfaatan kecerdasan buatan.

"Tahun lalu kami katakan era ini baru muncul, tetapi tahun ini hybrid AI sudah berjalan dan menunjukkan peningkatan," ujarnya.

Ia merujuk pada panduan strategis atau kerangka kerja "2026 CIO Playbook" yang menunjukkan bahwa organisasi saat ini mengekspektasikan imbal hasil tinggi dari investasi AI dan terus meningkatkan alokasi anggaran.

Ken Wong mengungkapkan, peran hybrid AI menjadi krusial karena memungkinkan perusahaan menerapkan AI secara bertanggung jawab, melindungi data, menghormati regulasi, sekaligus memberikan hasil bisnis yang nyata.

"Hybrid AI memungkinkan kami membantu pelanggan mengimplementasikan AI secara bertanggung jawab, melindungi data, mematuhi regulasi, dan memberikan hasil bisnis. Itulah gelombang berikutnya dari AI," tegas Ken Wong.

Lebih lanjut Ken Wong menyampaikan, Lenovo telah membuktikan implementasi Hybrid AI dalam berbagai skala.

Untuk ajang Piala Dunia 2026, perusahaan mengimplementasikan Hybrid AI di seluruh operasional venue, mencakup infrastruktur, integrasi, pemantauan langsung, hingga dukungan di lokasi.

Solusi tersebut juga mencakup pengerahan relawan AI avatar yang membantu pengunjung dalam mencari jalan dan meningkatkan pengalaman selama acara berlangsung.

Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan FIFA untuk Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di tiga negara menjadi bukti kapabilitas Lenovo dalam mendukung operasional acara dengan skala besar dan kompleksitas tinggi.

"Kami menerapkan Hybrid AI secara penuh secara lokal. Dan sekarang kami membawa keahlian itu ke panggung global sebagai mitra teknologi resmi FIFA untuk Piala Dunia tahun ini," ungkap Ken Wong.

0 comments

    Leave a Reply