Kemenhut Targetkan Pemulihan 66 Ribu Hektare Area Taman Nasional Tesso Nilo | IVoox Indonesia

4 Maret 2026

Kemenhut Targetkan Pemulihan 66 Ribu Hektare Area Taman Nasional Tesso Nilo

Menhut Raja Juli Antoni
Menhut Raja Juli Antoni (berjongkok kanan) dan Wamen LH Diaz Hendropriyono (berjongkok kiri) berfoto bersama usai melakukan penanaman pohon menandai dimulainya restorasi lahan di kawasan TN Tesso Nilo, Riau, Selasa (3/3/2026) ANTARA/HO-Kemenhut

IVOOX.id – Menteri Kaehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengumumkan pemerintah lewat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi memulai reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo yang ditargetkan secara total memulihkan lahan seluas 66.704 hektare (ha).

"Kita tidak bisa menunda lagi upaya pemulihan. Tesso Nilo adalah habitat penting bagi gajah sumatera dan berbagai satwa lainnya. Jika kita tidak bergerak sekarang, maka kita mempertaruhkan masa depan ekosistem Sumatera bagian tengah," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dikutip dari Antara.

Peresmian program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo sendiri dilakukan pada hari ini di Riau, dengan Menhut menyebut pemulihan kawasan konservasi itu merupakan prioritas nasional karena wilayah tersebut memiliki nilai ekologis yang sangat penting.

Reforestasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan penertiban dan pengembalian fungsi kawasan hutan yang selama ini mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan.

Menhut menyebut pemerintah menargetkan pemusnahan tanaman sawit secara bertahap dan penggantian dengan tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Pada tahap awal 2026, pemulihan difokuskan pada areal seluas 2.574 ha. Sementara itu, hingga tahun 2028, total target pemulihan mencapai 66.704 ha. Pada lokasi peluncuran, penanaman perdana dilakukan di areal bekas sawit seluas sekitar 400 ha dengan 2.000 bibit tanaman hutan.

Menurut Menhut, program itu disusun berbasis kajian ilmiah dengan melibatkan berbagai institusi riset dan akademisi, sehingga jenis tanaman yang ditanam benar-benar mendukung ketersediaan pakan dan habitat satwa liar.

"Pemulihan ini dibangun di atas fondasi ilmiah yang kuat. Kita memastikan jenis yang ditanam memiliki fungsi ekologis, menjadi sumber pakan sekaligus naungan bagi satwa, khususnya gajah Sumatra," kata Menhut.

Selain pendekatan ekologis, pemerintah juga memperkuat aspek tata kelola melalui penegakan hukum, pendekatan keadilan restoratif, relokasi masyarakat secara persuasif dan bertahap, serta pembenahan status lahan agar bersih dan jelas.

Menhut menekankan bahwa keberhasilan reforestasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

"Reforestasi ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah komitmen bersama untuk mengembalikan keseimbangan alam dan memastikan anak cucu kita tetap mewarisi hutan yang lestari," demikian Raja Juli Antoni.

0 comments

    Leave a Reply