KKP Luncurkan Sistem Logistik Stelina untuk Perkuat Daya Saing Perikanan

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan nasional melalui implementasi Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina). Sistem ini menjadi instrumen utama dalam memastikan mutu, keamanan, serta transparansi rantai pasok produk perikanan Indonesia di pasar global.
Seiring penerapan Permen KP Nomor 32 Tahun 2024, STELINA kini menjadi acuan penting bagi seluruh pelaku usaha di sektor perikanan, mulai dari tahap praproduksi hingga pemasaran. Sistem ini dirancang untuk menjamin produk bebas dari potensi kontaminasi serta memenuhi standar internasional yang semakin ketat.
Dalam forum Bincang Bahari bertajuk “Stelina : Ketertelusuran sebagai Kunci Akses Pasar Global”, perwakilan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Lia Sugihartini, menegaskan pentingnya sistem ini di tengah dominasi regulasi non-tarif dalam perdagangan global.
“Sistem ini kami dorong penggunaannya baik bagi pelaku usaha maupun buyer. Dengan Stelina , transparansi data dapat diakses secara real time. Saat ini khususnya untuk ekspor 3 komoditas utama, yaitu Udang, Tuna, dan Rajungan karena banyak negara tujuannya mewajibkan sistem ketertelusuran,” kata Lia Sugihartini dalam konferensi pers pada Selasa (14/4/2026).
Dari sisi pelaku industri, Janti Djuari selaku CEO Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) menyebut ketertelusuran kini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam perdagangan global. Ia mengakui bahwa selama ini proses verifikasi asal-usul produk masih dilakukan secara manual dan cukup membebani industri.
“Traceability menjadi satu permintaan utama pasar. Buyer rata-rata mengajukan kepada kami apakah produk ini benar hasil tangkapan armada ini atau tidak. Selama ini kita harus melakukan verifikasi secara manual,” katanya.
Dengan hadirnya STELINA, proses pelacakan rantai pasok dapat dilakukan secara otomatis dari hulu ke hilir. Hal ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah signifikan bagi produk perikanan Indonesia di mata pasar internasional.
Hal senada disampaikan Rimba Tri Pataka yang menilai digitalisasi ketertelusuran kini menjadi syarat mutlak bagi pelaku usaha untuk bertahan di tengah persaingan global.“Dulu, kita terbiasa dengan sistem manual. Jika ada masalah atau pelacakan terkait asal-usul produk, kita harus menelusuri dokumen satu per satu. Sekarang, cukup dengan klik nomor kontraknya kita bisa langsung melacak rekam jejak produk tersebut,” ujarnya.
KKP menilai bahwa di era modern, konsumen global semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan transparansi. Dengan sistem ketertelusuran yang kuat, produk perikanan Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki identitas yang jelas dan ramah lingkungan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program ekonomi biru guna menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah memastikan seluruh produk perikanan memiliki sistem ketertelusuran yang andal agar mampu bersaing di pasar global.


0 comments