KKP Pastikan Harga dan Pasokan Ikan Ramadan 2026 Terkendali | IVoox Indonesia

20 Februari 2026

KKP Pastikan Harga dan Pasokan Ikan Ramadan 2026 Terkendali

Pedagang ikan bandeng, Mang Japri menjual dagangannya di Festival Bandeng
Pedagang ikan bandeng, Mang Japri menjual dagangannya di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan harga dan pasokan produk perikanan selama Ramadan 2026 dalam kondisi terkendali. Meski produksi perikanan tangkap sempat melandai akibat musim barat, kondisi tersebut belum memicu gejolak harga secara nasional.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ady Candra, menyampaikan bahwa produksi periode Januari–Maret 2026 mencapai sekitar 7,3 juta ton. Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode normal akibat faktor cuaca.

“Memang ada sedikit penurunan karena pola musim, tetapi ini pola tahunan,” ujarnya di Media Center KKP, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, musim barat yang ditandai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi memengaruhi aktivitas melaut nelayan. Namun secara nasional, harga komoditas seperti cakalang, cumi, kakap, tongkol, dan tuna masih dominan stabil. Kenaikan harga hanya terjadi secara terbatas di beberapa wilayah, khususnya sebagian Sulawesi dan Jawa.

Ady menegaskan stok hasil tangkap tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Dari sisi budidaya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, T.B. Haeru Rahayu, menyatakan sektor budidaya menjadi penopang utama ketika produksi tangkap terdampak cuaca. Ia menyebut produksi triwulan I diproyeksikan tumbuh 19,09 persen, terutama pada komoditas kerapu, lobster, nila, dan udang.

“Kami optimistis kebutuhan selama puasa sampai Lebaran bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, mengungkapkan hasil pemantauan di delapan kota menunjukkan harga relatif stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan. Ia mencontohkan harga cakalang di Medan berada di kisaran Rp45.000 per kilogram dan patin di Palembang sekitar Rp28.000 per kilogram.

“Kalau produksi kurang, stok bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Dari sisi mutu dan keamanan pangan, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, memastikan hasil uji formalin dan mikrobiologi menunjukkan produk perikanan aman dikonsumsi.

Adapun pengawasan distribusi dan aktivitas di laut juga diperketat. Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Saiful Umam, mengatakan pihaknya menggelar operasi pengawasan distribusi, pengawasan bahan tambahan pangan berbahaya, serta Operasi Ketupat Ramadan untuk menekan praktik illegal fishing.

Pengawasan dilakukan selama 24 jam, termasuk di wilayah perbatasan seperti Laut Natuna Utara dan Laut Arafura.

“Kami ingin memastikan kepatuhan pelaku usaha sehingga stok aman dan distribusi berjalan baik,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply