Malaysia Benarkan Satu Warganya Korban Helikopter Jatuh di Kalbar | IVoox Indonesia

April 19, 2026

Malaysia Benarkan Satu Warganya Korban Helikopter Jatuh di Kalbar

puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX
Warga melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. /ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/agr.

IVOOX.id – Otoritas Malaysia memastikan satu warga negaranya meninggal dalam kecelakaan helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX, di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

"Kementerian Luar Negeri, melalui Konsulat Malaysia di Pontianak, ingin mengonfirmasi bahwa seorang warga negara Malaysia telah meninggal dunia setelah terjadi kecelakaan helikopter di Kalimantan Barat, Indonesia pada 16 April 2026," tulis pernyataan Kemlu Malaysia, di Kuala Lumpur, Sabtu (18/4/2026), dikutip dari Antara.

Kemlu Malaysia menerima informasi dari pihak berwenang Indonesia, helikopter dengan registrasi PK-CFX yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan lokal, kehilangan kontak tidak lama setelah lepas landas dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya.

Puing-puing helikopter tersebut kemudian ditemukan di area hutan terpencil di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan oleh otoritas terkait.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak perusahaan tempat korban bekerja, korban warga negara Malaysia telah diidentifikasi bernama Patrick Kee Chuan Peng, selaku Chief Operating Officer KPN Plantations, yang berada di Kalimantan Barat untuk urusan pekerjaan pada saat kejadian.

Konsulat Malaysia di Pontianak menyatakan telah memberikan bantuan konsuler yang diperlukan, termasuk berkoordinasi dengan otoritas Indonesia, pihak perusahaan, dan keluarga untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke Malaysia.

"Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," demikian pernyataan Kemlu Malaysia.

0 comments

    Leave a Reply