Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan Rp 181 Triliun, Sebut Bukan untuk Biayai Program Makan Bergizi Gratis | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan Rp 181 Triliun, Sebut Bukan untuk Biayai Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti IVOOX.ID/Fahrurazi Assyar

IVOOX.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan kementeriannya telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 181 triliun kepada DPR. Pengajuan tersebut ditegaskan bukan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini,” kata Mu’ti seusai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3). Ia menambahkan, setelah pemaparan dilakukan, pihaknya kini tinggal menunggu keputusan legislatif. “Kami dalam posisi menunggu keputusan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Selasa (3/2/2026).

Mu’ti menjelaskan, ABT diajukan untuk mendukung sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah revitalisasi 20 ribu satuan pendidikan yang dinilai dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. “Kami mengajukan tambahan anggaran untuk revitalisasi 20 ribu Satuan Pendidikan,” katanya.

Program kedua adalah digitalisasi pendidikan. Mengacu arahan Presiden Prabowo Subianto, setiap satuan pendidikan direncanakan menerima tiga unit Interaktif Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID). Pada 2026, Kemendikdasmen menargetkan distribusi perangkat tersebut ke lebih dari 325 ribu satuan pendidikan. “Untuk digitalisasi itu kita akan bagikan 3 IFP per satuan Pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, DPR telah menyetujui program beasiswa bagi 150 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. Masing-masing akan menerima bantuan Rp 3 juta per semester. “Beasiswa ini akan diberikan untuk 150 ribu orang guru se Indonesia,” kata Mu’ti.

Guru honorer juga diusulkan mendapat tambahan insentif dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per bulan. “Insentif untuk guru honorer akan dinaikkan, dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu,” ujarnya.

Terkait MBG, Mu’ti menegaskan program tersebut menjadi bagian penting dari agenda pendidikan karakter dan 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. “Terutama yang berkaitan dengan program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat bergizi, rajin belajar, bermasyarakat dan tidur cepat,” katanya.

Ia mengungkapkan, penerima MBG saat ini mencapai 49.614.433 siswa atau 93 persen dari total 53.394.088 siswa di Indonesia. Sekolah penerima tercatat 288.845 dari 434.812 satuan pendidikan atau 66,5 persen. “Jadi capaiannya sudah sangat tinggi,” ujar Mu’ti.

Berdasarkan riset bersama Lab Sosio Universitas Indonesia, MBG dinilai membantu pemenuhan gizi siswa, khususnya kelompok sosial ekonomi rendah, serta meningkatkan semangat belajar. “Karena itu program ini diharapkan berkelanjutan dan ditingkatkan kualitasnya,” kata Mu’ti.

0 comments

    Leave a Reply