Operasi SAR Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Rampung, Korban Meninggal 14 Orang dan 80 Luka-luka | IVoox Indonesia

April 28, 2026

Operasi SAR Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Rampung, Korban Meninggal 14 Orang dan 80 Luka-luka

alat berat untuk memindahkan gerbong KRL Commuterline

IVOOX.id – Basarnas menuntaskan operasi penyelamatan dan evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat dalam waktu kurang dari 12 jam.

"Seluruh potensi SAR telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Seluruh tim SAR sudah kami kembalikan ke unit masing-masing," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip dari Antara.

Dia menyatakan operasi SAR yang dimulai sejak Senin, 27 April 2026, malam pukul 20.55 WIB tersebut resmi dinyatakan berakhir pada Selasa, 28 April 2026, pukul 08.00 WIB.

Petugas tim SAR gabungan di lapangan melakukan tindakan secara terukur, terutama saat mengevakuasi korban yang terjepit material besi dalam kondisi hidup, dan keputusan untuk tidak langsung menarik lokomotif atau gerbong diambil demi keselamatan korban.

Terkait identitas, Syafii mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dievakuasi dari titik jepitan material di gerbong khusus tersebut adalah perempuan. Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah diserahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan.

Basarnas mengakui tingkat kesulitan operasi kali ini cukup tinggi karena posisi lokomotif yang masuk jauh ke dalam gerbong KRL akibat benturan keras. Petugas harus berjibaku menggunakan kombinasi peralatan manual, elektrik, hingga sistem hidrolik standar internasional.

"Kondisi terjepit material inilah kesulitan utama yang kami hadapi. Namun, dengan peralatan yang kami miliki, operasi SAR ini bisa terlaksana dengan lancar," tuturnya.

Korban Meninggal 14 Orang dan 80 Luka-luka

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban dalam insiden operasional di Bekasi Timur mendapatkan penanganan maksimal, termasuk jaminan pembiayaan penuh untuk korban luka maupun korban meninggal dunia. Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam merespons peristiwa yang menyebabkan korban jiwa dan puluhan korban luka.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara itu, dari penumpang KRL tercatat 14 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban yang terluka kini menjalani penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita mendalam sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Selasa (28/4/2026).

Menurut KAI, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus bekerja di lapangan untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban dan memastikan proses evakuasi berjalan aman.

Selain penanganan korban, KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang. Langkah ini diambil untuk mempermudah koordinasi serta memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang terdampak.

Di sisi operasional, dampak insiden masih memengaruhi layanan di kawasan Bekasi Timur. Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang, sedangkan perjalanan KRL hanya dioperasikan hingga Stasiun Bekasi.

0 comments

    Leave a Reply