Pegiat Lingkungan Ingatkan Peningkatan Produksi Sampah Plastik Saat Ramadan

IVOOX.id – Pegiat lingkungan hidup di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengingatkan pada semua pihak agar memperhatikan kesinambungan lingkungan karena adanya potensi peningkatan sampah plastik saat bulan Ramadan pada kisaran 20-30 persen.
Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Achmad Yusran mengatakan Kota Makassar berada pada fase krusial dengan perilaku warga yang belum berubah dan sistem pengelolaan sampah yang masih jauh dari optimal.
"Yang utama itu adalah perubahan perilaku dan mental. Perilaku warga belum berubah dan sistem pengelolaan sampah yang masih jauh dari optimal, sehingga kita semua harus waspada peningkatan sampah ini," ujarnya di Makassar, Jumat (19/2/2026), dikutip dari Antara.
Data komunitas lingkungan yang dihimpun hingga Februari 2026, kata dia, sejumlah titik rawan menunjukkan kenaikan volume sampah, terutama plastik.
Sementara itu tingkat pemilahan rumah tangga, menurutnya, tercatat masih rendah yaitu hanya berkisar 10–15 persen.
Jelang dan momen Ramadan, FKH telah memperingatkan adanya peningkatan khusus pada sampah kemasan dan sisa makanan.
“Setiap tahun polanya sama, pasar takjil melonjak, konsumsi meningkat, dan sampah bertambah 20–30 persen. Jika tidak ada intervensi perilaku, beban kota akan berlipat,” ucapnya.
Ia juga menyoroti berkurangnya ruang hijau dan meningkatnya suhu permukaan akibat pulau panas perkotaan (urban heat island). Kondisi ini disebut memperparah tekanan ekologis, terutama di kawasan padat penduduk.
“Ramadan seharusnya jadi momentum pengendalian diri. Jika kita gagal memanfaatkannya, kita akan kembali masuk pada siklus krisis sampah yang sama,” katanya.
Oleh karena itu FKH mendorong pemerintah memperkuat pengawasan, meningkatkan fasilitas pemilahan, dan menggandeng dunia usaha.
"Inti persoalan tetap berada pada perilaku warga. HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2026 dan Ramadan mengirim pesan yang sama, yaitu kota ini butuh aksi nyata, bukan slogan,” ucapnya.


0 comments