Pemerintah Upayakan Pembebasan WNI yang Diduga Ikut Disandera Bajak Laut Somalia

IVOOX.id – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI menyatakan pemerintah mengupayakan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga masih disandera di kapal Tanker MT Honour 25 setelah dibajak pada 21 April 2026 di Somalia.
"Intinya, komprehensif pendekatan, kita terus lakukan," kata Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI disela Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/6/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengatakan, pemerintah dalam hal ini Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah bersama Menlu Sugiono terus membangun komunikasi dan berkoordinasi kepada pihak terkait sebagai upaya diplomasi membebaskan para sandera.
"Pastinya kita monitor, Direktur PWNI Ibu Heni dan Pak Menlu sudah berkoordinasi langsung. Intinya semua cara akan kita tempuh, baik diplomasi maupun pendekatan nonstate actor (aktor nonnegara)," kata mantan Wakil Wali Kota Makassar ini.
Sejauh ini, pemerintah Indonesia masih terus mengawal pembebasan para sandera termasuk empat WNI tersebut.
DPR RI turut mendorong pemerintah mengedepankan pendekatan humanis dan kemanusiaan dan keselamatan para sandera sebagai prioritas utama upaya diplomasi. Perlindungan terhadap WNI yang ada di luar negeri, kata dia, merupakan amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar.
Pemerintah terus memantau perkembangan dengan mengusahakan seluruh sandera selamat termasuk WNI yang disandera perompak.
"Kondisi para korban saat ini dilaporkan dalam keadaan baik. Mudah-mudahan empat orang kita ini bisa segera di bebaskan. Sampai saat ini ada jaminan mereka masih sehat," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan empat anak buah kapal (ABK) warga Indonesia yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia, sejauh ini para ABK WNI yang berada pada kapal tersebut dalam kondisi baik," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.
Heni mengatakan pihaknya melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Nairobi terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal MT Honour 25 pada 22 April di perairan sekitar Hafun. Kapal tersebut diawaki oleh empat ABK WNI, 10 ABK Pakistan, serta masing-masing satu ABK India dan Myanmar.
Menurut dia, penanganan dilakukan dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait dengan tetap mengutamakan keselamatan para ABK WNI. Kemlu RI juga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait di dalam negeri untuk mencegah kejadian serupa.
"Terutama penguatan data para ABK WNI yang bekerja di luar negeri karena pendataan ini menjadi sangat penting ketika terjadi sesuatu terhadap para ABK WNI tersebut," ujar Heni.
Ia menambahkan pemerintah terus mengoptimalkan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral.
Selain itu, ABK WNI didorong untuk bekerja melalui prosedur resmi guna mengurangi risiko saat bekerja di luar negeri. Pada 26 April 2026, keluarga korban meminta pemerintah RI dan Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan para ABK. Keempat ABK WNI tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.


0 comments