Pemprov DKI Sebut RTH Jakarta Bertambah Jadi 3.700 Hektare | IVoox Indonesia

April 20, 2026

Pemprov DKI Sebut RTH Jakarta Bertambah Jadi 3.700 Hektare

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno
Tangkapan layar - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

IVOOX.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa luas ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota kini mencapai 3.703,56 hektare atau sekitar 5,59 persen dari total daratan. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 3.446 hektare atau 5,3 persen.

Peningkatan itu menjadi bagian capaian pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta terkait urusan lingkungan hidup dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin, 20 April 2026.

“Peningkatan persentase ruang terbuka hijau melalui pembangunan 15 lokasi RTH taman, satu lokasi RTH jalur hijau, tiga lokasi RTH hutan, dan satu lokasi RTH makam dengan 7.627 potensi petak makam baru,” kata Rano Karno, dikutip dari Antara.

Pemprov DKI menargetkan perluasan RTH hingga 30 persen pada 2045. Sejalan dengan itu, fungsi taman kota juga ditingkatkan melalui program taman 24 jam dan integrasi Taman Ayodya, Taman Leuser, serta Taman Langsat menjadi Taman Bendera Pusaka.

“Sejumlah taman yang buka selama 24 jam telah menjadi tempat aktivitas publik yang mendorong budaya interaksi sosial masyarakat,” kata Rano Karno.

Selain fungsi sosial, Pemprov DKI juga memperkuat aspek ekologi dengan menambah area resapan air, seperti di Embung Lapangan Merah (Jakarta Selatan) dan Waduk Giri Kencana (Jakarta Timur). Upaya ini membantu pengendalian limpasan air sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan.

Indeks kualitas lingkungan hidup Jakarta tercatat sebesar 55,28 persen, dengan perbaikan pada kualitas air, lahan, dan laut.

“Terdapat perbaikan pada indeks kualitas air, indeks kualitas lahan, dan indeks kualitas air laut,” kata Rano Karno.

0 comments

    Leave a Reply