Percepatan Penanaman Padi Serentak Digelar di 25 Provinsi Antisipasi Kemarau Panjang | IVoox Indonesia

May 3, 2026

Percepatan Penanaman Padi Serentak Digelar di 25 Provinsi Antisipasi Kemarau Panjang

E24EA0AE-2F78-4E07-9C9D-B048B3F4F2A8
Kementerian Pertanian mengakselerasi tanam serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai langkah cepat menjaga produksi pangan nasional. ANTARA/HO-Kementan

IVOOX.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi untuk mempertahankan produksi pangan nasional, serta mengantisipasi ancaman musim kemarau dan percepatan pemulihan lahan terdampak bencana.

"Gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan ini mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), serta lahan terdampak bencana dengan titik utama kegiatan berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Idha Widi Arsanti dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Antara.

Gerakan tanam padi serentak melibatkan 25 provinsi dengan total luasan mencapai 50 ribu hektare, yang tersebar pada lokasi oplah tahun 2024 seluas 20.000 hektare, oplah tahun 2025 seluas 23.000 hektare, serta CSR tahun 2025 seluas 5.000 hektare, ditambah lokasi rehabilitasi bencana seluas 2.026 hektare. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan tanam di berbagai wilayah.

“Penggunaan alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang hadir via daring menyampaikan apresiasinya pada semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga aparat di daerah.

“Terima kasih kepada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serempak di seluruh Indonesia,” kata Andi, dikutip dari Antara.

Mentan juga menegaskan pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi menegaskan percepatan tanam merupakan salah satu strategi utama dalam mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.

Ia menyebut Kementan telah mengirimkan surat kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi musim kemarau yang diperkirakan puncaknya pada Agustus mendatang.

“Langkah-langkah mitigasi sudah kita siapkan. Mulai dari pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” kata Suwandi, dikutip dari Antara.

Strategi percepatan tanam padi serentak dilakukan menanam padi di penghujung musim hujan untuk memaksimalkan ketersediaan air, pompanisasi secara masif untuk mendukung suplai air ke lahan pertanian, serta optimalisasi lahan rawa guna menjaga produktivitas saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan.

Selain itu, penggunaan benih tahan kekeringan juga didorong untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres panas dan keterbatasan air, serta pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor untuk memperkuat cadangan air di lapangan.

0 comments

    Leave a Reply