Perputaran Uang Lebaran 2026 Diproyeksi Tembus Rp148 Triliun Meski Jumlah Pemudik Turun | IVoox Indonesia

20 Maret 2026

Perputaran Uang Lebaran 2026 Diproyeksi Tembus Rp148 Triliun Meski Jumlah Pemudik Turun

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang

IVOOX.id – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Sarman Simanjorang, memproyeksikan potensi perputaran uang selama libur Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 mencapai Rp148 triliun, meski jumlah pemudik diperkirakan turun 1,75 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, berbagai stimulus pemerintah mendorong tingginya mobilitas masyarakat, mulai dari diskon transportasi hingga kebijakan kerja fleksibel. Pemerintah mengalokasikan Rp911,16 miliar untuk subsidi transportasi dengan diskon hingga 30 persen pada moda kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga tarif tol, serta diskon tiket pesawat ekonomi sebesar 17–18 persen.

Selain itu, dorongan konsumsi juga datang dari pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah menyiapkan Rp65 triliun untuk ASN, TNI-Polri, dan pensiunan, sementara THR sektor swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun. Ditambah lagi, Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online dan kurir berkontribusi sekitar Rp220 miliar terhadap perputaran uang.

Sarman menjelaskan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 35,9 juta kepala keluarga. Dengan asumsi rata-rata belanja Rp4,125 juta per keluarga, total perputaran uang mencapai Rp148,39 triliun.

“Namun angka perputaran uang ini berpotensi naik, hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, jika rata-rata pengeluaran meningkat menjadi Rp4,5 juta per keluarga, maka total perputaran uang bisa mencapai Rp161,8 triliun. Peredaran uang diprediksi terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta menyebar ke berbagai daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Perputaran ekonomi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, bahan bakar, konsumsi rumah tangga, hingga sektor UMKM seperti kuliner, fesyen, dan suvenir khas daerah. Aktivitas ekonomi juga meningkat di destinasi wisata selama masa libur Lebaran.

Untuk mendukung kebutuhan likuiditas, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun.

Sarman menilai momentum Lebaran menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang ditargetkan mencapai 5,4–5,5 persen. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global.

“Yang paling penting Pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply