Persija Jakarta Gagal Geser Persib di Puncak Klasemen Sementara Usai Ditahan Imbang Borneo FC 2-2 | IVoox Indonesia

4 Maret 2026

Persija Jakarta Gagal Geser Persib di Puncak Klasemen Sementara Usai Ditahan Imbang Borneo FC 2-2

Pesepak bola Persija Jakarta Maxwell Souza
Pesepak bola Persija Jakarta Maxwell Souza (tengah) berebut bola diadang pesepak bola Borneo FC Rivaldo Pakpahan (kanan) pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz

IVOOX.id – Persija Jakarta gagal menggeser pemuncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 Persib Bandung setelah mereka ditahan imbang oleh Borneo FC 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Selasa, 3 Maret 2025.

Mengutip Antara, Persija sebagai tuan rumah mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Pada menit ke-11, Allano Lima mendapatkan peluang saat ia memanfaatkan umpan Alaaeddine Ajaraie. Namun, masih gagal membobol gawang Borneo yang dikawal Nadeo Argawinata.

Setelah tembakan Allano itu, Persija mendapatkan tendangan pojok, dimana pada kesempatan ini giliran Alaaeddine yang berupaya membobol gawang tim tamu. Sayangnya, sundulannya masih melambung.

Persija mendapatkan peluang emas pada menit ke-19. Berawal dari kesalahan umpan Rivaldo Pakpahan di daerah berbahaya, bola dicuri oleh Maxwell Souza. Striker asal Brasil itu menggiring bola ke depan, sebelum menendang dengan kaki kirinya yang masih jauh di atas gawang Borneo.

Setelah kesulitan keluar dari permainan di awal laga, Borneo mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya di fase akhir, dengan mereka mendapatkan satu peluang emas pada menit ke-36 lewat Koldo Obieta Alberdi.

Obieta di kesempatan ini tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Andritany Ardhiyasa, namun eksekusi bisa masih dimentahkan oleh kiper berusia 34 tahun tersebut.

Setelah skor kacamata menyudahi babak pertama, skor dengan cepat berubah pada babak kedua. Gustavo Almedia menjadi pembobol gawang Borneo saat babak kedua baru berjalan sekitar satu menit.

Tertinggal satu gol membuat Borneo tampil lebih menekan, dimana pressing mereka lebih tinggi. Perubahan ini merubah jalannya laga, dengan sundulan keras Obie hampir merobek jala gawang Persija jika tak dihentikan oleh Andritany pada menit ke-60.

Tepisan Andritany membuahkan sepak pojok untuk Borneo dan berawal dari situasi bola mati ini mereka dapat menyamakan kedudukan.

Juan Villa mendapatkan bola dari sisi kiri. Ia kemudian menggiring bola ke dalam, namun dengan cerdik mengecoh Allano yang mengira dirinya akan melakukan tendangan kaki kanan. Bola dipindahkan ke kaki kiri, sebelum kemudian tendangan kerasnya menghunjam gawang Persija. Skor berubah menjadi 1-1.

Laga berjalan semakin seru setelah kembali sama kuat. Tim tuan rumah yang tak ingin kehilangan poin di kandangnya sendiri meningkatkan intensitas serangan yang menghasilkan banyak peluang.

Pada menit ke-71, dua peluang emas didapatkan tim Macan Kemayoran, namun dua peluang itu gagal menjadi gol. Persija akhirnya kembali memimpin pada menit ke-74 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti Fabio Calonego.

Nadeo yang melakukan beberapa penyelamatan gemilang sebelumnya, tak sanggup menghentikan tendangan roket gelandang asal Brasil tersebut. Ini adalah gol kedua Fabio yang dicetak dengan cara yang sama, setelah ia melakukannya dalam kemenangan 3-2 atas tuan rumah Malut United.

Persija tampil lebih lepas setelah itu, dimana situasi Borneo yang bermain lebih terbuka menguntungkan mereka. Pasukan Mauricio Souza mendapatkan banyak peluang berbahaya, namun sayangnya penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal "kill the game".

Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim Pesut Etam. Lewat satu serangan terakhir, Westherley Garcia Nogueira atau Caxambu melepaskan umpan terukur dari sisi kiri.

Umpan itu tak dapat disambut dengan baik pemain Borneo. Namun, pemain pengganti Ikhsan Zikrak yang berada di waktu dan tempat yang tepat, menyambut bola rebound dengan baik untuk membuat skor imbang 2-2 pada menit ke-90+4.

Gol itu menjadi gol terakhir di pertandingan ini. Skor berakhir menjadi 2-2 yang membuat Persija gagal meraih poin penuh di menit-menit akhir.

Dengan hasil ini, situasi kedua tim tak berubah. Persija tetap di peringkat kedua dengan 51 poin, sementara Borneo di posisi ketiga dengan 50 poin.

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menyesalkan kurangnya kontrol permainan saat timnya kembali membuang poin penuh di kandang. Ia mengaku kecewa melihat permainan timnya sehabis mencetak gol. Ia menyebut Persija tak bisa mengontrol pertandingan setelah memimpin, di mana hal ini berujung dengan Borneo yang mampu menyamakan kedudukan dua kali.

"Dan ya, jangan tanya sama saya, saya tidak tahu kenapa tapi tim kita pas cetak gol itu mulai tidak fokus. Setelah 1-1, kita dapat kontrol pertandingan lagi," kata Mauricio dalam jumpa pers pasca laga di JIS, Selasa (3/3/2026), dikutip dari Antara.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Mauricio memuji penampilan Fabio yang kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol berkelas dari jarak jauh.

Golnya ke gawang Borneo adalah gol kedua Fabio dengan cara yang sama setelah sebelumnya tendangannya itu membawa timnya menang 3-2 atas Malut United di laga terakhir.

"Fabio membuat satu lagi pertandingan dengan penampilan bagus menurut pandangan saya. Fabio luar biasa lagi di pertandingan ini. Bukan tugas dia untuk mencetak gol, tapi dia dapat itu karena dia kerja keras," ucap pelatih asal Brasil tersebut.

Mauricio mengungkapkan alasan Mauro Zijlstra tak masuk skuad dalam pertandingan melawan Borneo FC. Zijlstra, kata dia, mengalami cedera paha yang didapatkan pada sesi latihan pada hari Minggu.

"Mauro, sayangnya di hari Minggu kita latihan, waktu latihan sudah selesai, sudah mau selesai, dia ada shooting ke gawang. Dia shooting terus dia cedera di paha depan. Dan dia tidak bisa tampil di pertandingan ini lawan Borneo," ungkap Mauricio.

Cedera ini membuat Persija mungkin tak bisa memainkannya lagi pada laga berikutnya menghadapi Dewa United Banten FC yang digelar sekitar dua pekan ke depan, Minggu, 15 Maret 2026.

Tak hanya Zijlstra, dalam kesempatan yang sama Mauricio juga tak tahu apakah timnya dapat memainkan Alaaeddine Ajaraie yang menderita cedera saat menghadapi Borneo.

Tampil sebagai starter, cedera yang dialami Alaaeddine membuatnya keluar lapangan pada menit ke-56 untuk digantikan oleh Jean Mota.

Tak berhenti di situ, Mauricio juga belum memastikan kapan Paulo Ricardo akan kembali setelah sang pemain menderita cedera dalam laga kontra Bali United, dan kini sudah melewatkan tiga laga bersama Macan Kemayoran.

"Mauro cedera tidak tahu dia bisa tampil tidak ke depan. Alaaeddine juga kita harus lihat itu cedera dia apa. Paulo pemain stoper kita belum tahu dia bisa main atau tidak pertandingan berikutnya," ungkap pelatih asal Brasil tersebut.

Sementara itu, pemain yang sudah dipastikan absen melawan Dewa adalah Allano Lima karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Pemain asal Brasil itu akan menjalani hukuman ini karena mendapatkan kartu kuning pada menit ke-87 melawan Borneo. Ini adalah kartu kuning ketiga yang dimiliki pemain berusia 30 tahun itu secara beruntun setelah laga melawan PSM Makassar dan Malut United.

"Dan Allano yang dapat akumulasi kartu kuning," ucap Mauricio.

Hasil imbang kontra Pesut Etam membuat Persija gagal mendekati Persib Bandung di puncak klasemen. Kedua tim saat ini terpaut tiga poin, dimana Persija di posisi kedua dengan 51 poin, sementara Persib di posisi pertama dengan 54 poin.

Kegagalan mengalahkan Borneo membuat Persija tak mampu memanfaatkan situasi sang pemuncak klasemen Persib Bandung yang di laga sebelumnya kehilangan kemenangan dalam lawatan mereka di kandang Persebaya Surabaya.

Persib tetap nyaman di puncak klasemen setelah satu hari sebelumnya mereka kehilangan poin penuh di Surabaya dalam laga yang berakhir imbang 2-2 kontra Persebaya Surabaya. Tim asuhan Bojan Hodak itu berada di puncak dengan 54 poin, dengan satu laga tunda belum dimainkan melawan peringkat ketiga Borneo.

0 comments

    Leave a Reply