Potret 'Engkreg' MBG di Jalanan Terjal Berbatu | IVoox Indonesia

24 Februari 2026

Potret 'Engkreg' MBG di Jalanan Terjal Berbatu

Potret 'Engkreg' MBG di Jalanan Terjal Berbatu

IVOOX.id - Udara dingin menyelimuti pagi hari Kampung Cikadu Cianjur Selatan Jawa Barat pada pertengahan Januari tahun ini. Usai hujan malam hari yang begitu deras membasahi jalan setapak yang berbatu.


Mereka, para pengemudi motor Engkreg (atau sering disebut Engkrek) adalah sebutan untuk sepeda motor, biasanya jenis motor bebek yang telah dimodifikasi secara ekstrem untuk mengangkut hasil pertanian atau perkebunan di medan yang berat. 

Kendaraan ini sangat populer di wilayah pedesaan dan pegunungan. Kini, mereka memodifikasi motor Engkreg beralih fungsi sebagai pengangkut 'food tray' MBG (Makanan Bergizi Gratis). 

Dengan memakai uniform (seragam) biru bertuliskan Badan Gizi Nasional mereka terlihat semangat menyambut mobil BGN pengangkut 'food tray' atau wadah makanan bersekat yang berisi makanan bergizi untuk didistribusikan gratis kepada beberapa sekolah yang terisolasi dipelosok kampung-kampung. 

Pada suatu tempat mereka bertemu antara mobil mbg dan pengemudi motor engkreg untuk bergantian memindahkan 'food tray', dikarenakan akses jalan yang kecil sudah tidak memungkinkan mobil mbg melaluinya. 

Mereka mulai memindahkan dan menata 'food tray' MBG dari mobil ke motor Engkreg.

Setelah selesai pemindahan 'food tray' mbg mereka melanjutkan pendistribusian. Jalanan terjal berbatu harus mereka lalui dengan kendaraan modifikasi engkreg ini. 

Pengemudi Engkreg yang merupakan warga sekitar dapur SPPG direkrut oleh pihak dapur SPPG untuk mendistribusikan MBG ke sekolah - sekolah tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK dengan total 450 porsi sehari. 

Para pejuang pengangkut 'food tray' MBG itu tetap bersemangat ditengah keterbatasan infrastruktur jalan yang masih berbatu, berliku naik turun.

Mereka berharap pemerintah dapat memperbaiki akses jalan yang buruk ini agar waktu tempuh lebih cepat dan aman dalam pendistribusian MBG.

Foto dan Teks: Budi Yanto

0 comments

    Leave a Reply