Prabowo Perintahkan Penertiban SPPG, Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk yang Membutuhkan | IVoox Indonesia

April 9, 2026

Prabowo Perintahkan Penertiban SPPG, Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk yang Membutuhkan

antarafoto-presiden-prabowo-beri-taklimat-saat-pimpin-rapat-kerja-1775641756-1
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Presiden menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun serta guna mengingatkan para pejabat mengenai berbagai ancaman global yang berpotensi memengaruhi Indonesia di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penertiban dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut disampaikan usai rapat kerja bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan kementerian/lembaga, serta direksi BUMN.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan instruksi itu diberikan langsung saat dirinya bersalaman dengan Presiden.

“Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan,” kata Nanik dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id, Rabu (8/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga melaporkan langkah BGN yang telah melakukan penghentian sementara (suspend) terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar, termasuk yang memicu kejadian luar biasa (KLB) maupun pelanggaran seperti praktik mark up bahan baku dan monopoli pemasok.

“Bagus lanjutkan terus,” kata Presiden sambil mengacungkan jempol, seperti ditirukan Nanik.

Selain penertiban, Presiden juga menekankan agar program MBG difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya anak-anak dengan kondisi gizi yang perlu ditingkatkan.

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.

Ia menambahkan, BGN akan membentuk tim khusus untuk menyisir penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

Lebih lanjut, Presiden juga mengingatkan agar pelaksanaan program tidak dilakukan secara memaksa, terutama bagi kelompok masyarakat mampu atau sekolah yang merasa tidak membutuhkan program tersebut.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program MBG dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply