Prabowo Sampaikan Duka Cita Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon | IVoox Indonesia

April 1, 2026

Prabowo Sampaikan Duka Cita Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon

karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon
Warga melintas di dekat karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026). Praka Farizal yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur akibat tembakan artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.

IVOOX.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Timur Tengah.

Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," ujar Prabowo melalui unggahan di akun resmi instagram @prabowo, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Prabowo menegaskan pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia demi perdamaian.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan rasa duka mendalam dari pemerintah terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

"Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan Pemerintah Indonesia lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga sudah menyampaikan pernyataan yang menyayangkan kejadian tersebut dan telah meminta otoritas terkait untuk melakukan investigasi.

"Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Prasetyo.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri juga menuntut penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.

Indonesia meminta penyelidikan dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap fakta serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui akun X, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Pemerintah menyatakan bahwa terulangnya serangan keji terhadap personel Indonesia dalam waktu yang singkat adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Indonesia juga memandang bahwa dua insiden ini mencerminkan buruknya situasi keamanan yang terjadi di Lebanon.

Dua personel Indonesia di bawah UNIFIL gugur pada Senin , 30 Maret 2026, dalam serangan kedua yang terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon.

Insiden tersebut terjadi tepat sehari setelah seorang personel penjaga perdamaian Indonesia, Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon.

Peristiwa itu terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia juga sudah menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh serta transparan terkait gugurnya anggota asal Indonesia di Lebanon.

Menlu Sugiono dalam unggahan resmi di media sosial menyampaikan sudah menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Senin, 30 Maret 2026, terkait gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia.

Dia menyatakan Indonesia mengutuk serangan keji tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat.

Pada Senin, 30 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia bernama Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, pada Selasa, 31 Maret 2026, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit TNI gugur di Lebanon Selatan saat sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL pada Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026, merilis dua identitas prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan yaitu Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

0 comments

    Leave a Reply