Prabowo Sebut Indonesia RI Siap Kirimkan 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

IVOOX.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan sedikitnya 8.000 pasukan untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina, dengan bergabung ke dalam International Stabilization Force (ISF).
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pimpinan negara lainnya di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.
"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Presiden Prabowo pada White House, Jumat (20/2/2026), dini hari, dikutip dari Antara.
Presiden menyatakan siap mengerahkan ribuan personel untuk berperan aktif dalam pasukan stabilisasi internasional ISF.
Dalam sambutan di forum itu, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sejak awal telah mempelajari dan mendukung penuh rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump
Prabowo juga menegaskan, tujuan Indonesia bergabung dengan BoP yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina.
"Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tegas Prabowo.
Berdasarkan keterangan resmi, kehadiran Presiden Prabowo pada pertemuan perdana BoP menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam pembentukan dan penguatan kerangka kerja Dewan Perdamaian sebagai mekanisme internasional yang bersifat transisional dan berbasis mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).
Indonesia menyatakan siap berperan aktif melalui ISF dengan mandat yang jelas, parameter operasional yang disepakati, serta selaras dengan hukum internasional dan national caveats Indonesia.
Indonesia juga mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang di Gaza dengan tetap menghormati hak rakyat Palestina dan visi Solusi Dua Negara.
Trump Tandatangani Resolusi Integritas dan Transparansi Dewan Perdamaian
Sementara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026, menandatangani resolusi Dewan Perdamaian tentang integritas keuangan dan transparansi yang disetujui secara bulat oleh seluruh anggotanya.
Mengutip Antara, Trump diminta menandatangani resolusi tersebut sebagai ketua Dewan Perdamaian. Pemungutan suara dilakukan menjelang pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Trump mengumumkan Amerika Serikat berkomitmen mengalokasikan dana 10 miliar dolar AS untuk mendukung upaya rekonstruksi Gaza melalui Dewan Perdamaian.
Selain itu, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait secara bersama-sama menyumbang 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan kemanusiaan bagi Gaza.
Trump juga menyampaikan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) tengah menggalang dana tambahan sebesar 2 miliar dolar AS untuk mendukung program bantuan di Gaza.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan federasi sepak bola dunia tersebut akan membantu menghimpun dana sebesar 75 juta dolar AS untuk proyek-proyek terkait sepak bola di wilayah Palestina.
Pada Januari lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Pertemuan perdana dewan ini dihadiri lebih dari 20 negara dengan berbagai tingkat perwakilan.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut hadir memenuhi undangan Presiden Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian.
Beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hongaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.


0 comments