Prabowo Ultimatum Pejabat hingga Intelektual yang Tak Patriotik untuk Mundur dari Jabatannya | IVoox Indonesia

April 30, 2026

Prabowo Ultimatum Pejabat hingga Intelektual yang Tak Patriotik untuk Mundur dari Jabatannya

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II yang dipusatkan di Kilang Pertamina RU IV CIlacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/YU

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum keras kepada pejabat maupun intelektual yang tidak memiliki jiwa patriotisme untuk mundur dari jabatannya. 

"Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apa pun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya, carilah orang lain," kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya saat "groundbreaking" 13 proyek hilirisasi di Cilacap Jawa Tengah melalui siaran pada YouTube Sekretariat Kabinet, di Jakarta, Rabu (29/4/2026), dikutip dari Antara.

Presiden menegaskan bahwa kepintaran para ilmuwan maupun teknokrat seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan digunakan pada hal yang merugikan bangsa Indonesia.

"Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Kalau saudara mau, silahkan. Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin," kata Prabowo.

Presiden meminta para intelektual menjadi "Profesor Merah Putih" yang berdiri membela rakyat dan tidak menggunakan kepandaian mereka untuk menutupi korupsi serta perampokan uang negara.

Prabowo juga merespons pihak-pihak yang skeptis, atau berniat meninggalkan Indonesia lantaran menilai kondisi nasional yang sudah tidak ideal untuk ditinggali.

"Ada yang mau kabur. Kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silahkan. Mau kabur ke mana? Hei orang-orang pintar bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia, sekarang," kata Presiden.

Menurutnya, pemerintahannya hanya ingin bekerja untuk rakyat sehingga individu yang tidak memiliki visi sejalan dipersilakan untuk tidak bergabung agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Ia juga mengkritik sejumlah pengusaha nasional yang masih menyimpan modal serta hasil usahanya di luar negeri setelah mendapatkan berbagai fasilitas kemudahan usaha dari pemerintah.

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," katanya.

Presiden menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan praktik pengalihan kekayaan negara ke luar negeri terus berlanjut di masa pemerintahannya.

Menurutnya, seluruh sumber kekayaan alam dan kekuatan ekonomi nasional seharusnya berada di tangan bangsa sendiri agar manfaatnya dapat dinikmati secara langsung oleh rakyat Indonesia.

Ia juga mengingatkan para pengusaha dan pemilik modal agar memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta tidak menjadikan Indonesia hanya sebagai ladang untuk mengeruk keuntungan semata.

"Bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain, bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia di tangan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia," kata Presiden menegaskan.

Prabowo menyatakan tidak akan menoleransi pihak-pihak yang tidak memiliki semangat patriotisme untuk berada di dalam lingkaran pemerintahannya jika mereka lebih memilih mengabdi pada kepentingan asing.

Kritik tersebut disampaikan di tengah komitmen pemerintah untuk mempercepat program hilirisasi sebagai jalan utama menuju kemakmuran dan kedaulatan ekonomi bangsa yang lebih mandiri.

Presiden Prabowo memulai secara simbolis 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.

Kegiatan itu menandai dimulainya pembangunan sejumlah fasilitas strategis di sektor energi, mineral dan pertanian.

Pekerjaan proyek tersebut termasuk pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai serta fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim.

Dalam kegiatan itu, pemerintah juga memaparkan ruang lingkup proyek yang akan berjalan secara paralel, dengan melibatkan sejumlah BUMN strategis seperti Pertamina, MIND ID, Krakatau Steel dan PTPN.

Peletakan baru pertama itu sekaligus menjadi titik awal integrasi proyek hilirisasi yang ditargetkan berjalan serentak untuk mempercepat realisasi investasi dan pembangunan industri bernilai tambah di dalam negeri.

0 comments

    Leave a Reply