Riset UI: Konflik Antarnegara Bergeser ke Medan Digital | IVoox Indonesia

14 Maret 2026

Riset UI: Konflik Antarnegara Bergeser ke Medan Digital

Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI
Seminar Hasil Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-58 FISIP UI. ANTARA/HO-Humas UI

IVOOX.id – Hasil riset yang dilakukan Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (UI) Ali Abdullah Wibisono menyebutkan ruang siber kini bukan lagi sekadar arena teknologi, melainkan telah menjadi medan strategis dalam rivalitas geopolitik global.

Riset yang dilakukan bekerja sama dengan Australian Strategic Policy Institute (ASPI) menyebutkan ketergantungan negara terhadap infrastruktur digital mulai dari sistem perbankan hingga pertahanan membuat serangan siber kini memiliki dampak strategis terhadap keamanan nasional.

“Terjadi pergeseran konflik antarnegara dari medan fisik ke medan digital. Ruang digital kini menjadi domain kelima dalam perang modern, sehingga memerlukan statecraft dan strategi diplomasi khusus,” ujar Ali Abdullah di Kampus UI Depok, Jumat (13/3/2025), dikutip dari Antara.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan domestik yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan diplomasi siber.

Selain keterbatasan kerangka hukum dan kesenjangan infrastruktur digital, Indonesia juga berada di tengah tekanan geopolitik global, terutama rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memengaruhi persaingan teknologi di kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia menghadapi dilema politik luar negeri bebas aktif, yaitu bagaimana menyeimbangkan keterbukaan ekonomi dengan kedaulatan digital,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ISCF), Ardi Sutedja, memaparkan data yang menunjukkan tingginya intensitas ancaman siber di Indonesia.

Dalam enam bulan terakhir saja, tercatat sekitar 3,64 miliar serangan siber, atau rata-rata lebih dari 230 serangan per detik.

“Angka ini menjadi alarm serius mengenai gentingnya isu keamanan siber nasional,” kata Ardi.

Ia menambahkan bahwa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan strategis, mulai dari diplomasi data dengan negara lain, pengaturan cross-border data flow, hingga upaya menjaga kedaulatan digital nasional.

Untuk itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat regulasi, mendorong pengembangan teknologi lokal, serta menjamin perlindungan hak digital masyarakat.

Selain aspek keamanan, diplomasi siber juga dipandang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Oleh karena itu, Ardi menekankan pentingnya pendekatan diplomasi modern yang melibatkan kolaborasi lintas sektor dan multi-stakeholder, termasuk akademisi, industri teknologi, dan aktor non-negara.

0 comments

    Leave a Reply