Satgas Saber Pangan Terbitkan 128 Surat Teguran dalam Sepekan | IVoox Indonesia

February 15, 2026

Satgas Saber Pangan Terbitkan 128 Surat Teguran dalam Sepekan

Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Polri
Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak di salah satu distributor beras di Denpasar, Bali, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Bali

IVOOX.id – Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan telah menerbitkan 128 surat teguran kepada pelaku usaha nakal selama sepekan pengawasan. Penerbitan surat teguran itu sebagai bagian dari langkah pengendalian agar harga tetap berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Badan Pangan Nasional, Budi Waryanto mengatakan, pengawasan yang dilakukan merupakan bagian dari langkah konkret menjaga stabilitas harga.

“Pengawasan ini bukan sekadar pencatatan. Ini bagian dari aksi pengendalian di lapangan untuk menjaga stabilitas harga agar tetap berada dalam koridor HET dan HAP yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Budi dalam siaran pers, Jumat (13/2/2026).

Budi mengatakan, pengawasan juga dilakukan secara intensif di berbagai penjuru tanah air, tercatat telah dilakukan 9.138 kegiatan pemantauan yang menjangkau pasar tradisional, ritel modern, distributor hingga produsen.

Dari hasil pemantauan tersebut, dilakukan 1.026 pemeriksaan lanjutan serta 33 sampel diuji laboratorium untuk memastikan kesesuaian mutu dan takaran. Di saat yang sama kata ia, koordinasi distribusi dan pasokan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memicu kenaikan harga.

Ia menambahkan, pendekatan yang ditempuh tetap proporsional dengan mengedepankan pembinaan serta himbauan dan koreksi terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan.

Sejalan dengan itu, data terbaru Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan adanya pergerakan penurunan IPH di sejumlah komoditas dan wilayah. Pada minggu pertama Februari, tercatat 165 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH untuk minyak goreng, 251 kabupaten/kota untuk bawang merah, serta 215 kabupaten/kota untuk telur ayam ras.

"Perkembangan ini menjadi indikasi bahwa langkah pengawasan dan pengendalian yang dilakukan mulai memberikan dampak di lapangan," katanya.

0 comments

    Leave a Reply