Sinyal Positif IHSG Menguat Usai Gencatan Senjata | IVoox Indonesia

April 12, 2026

Sinyal Positif IHSG Menguat Usai Gencatan Senjata

layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

IVOOX.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 9 April 2026, sore ditutup menguat di tengah kekhawatiran dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak Amerika Serikat (AS) dan Israel.

IHSG ditutup menguat 28,38 poin atau 0,39 persen ke posisi 7.307,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,28 poin atau 0,04 persen ke posisi 733,90.

“Bursa Asia didominasi pelemahan, seiring harga minyak yang naik tipis di tengah ketidakpastian berkelanjutan terkait kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak AS dan Israel” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Antara.

Perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa elemen dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menyusul serangan terbaru Israel ke Lebanon, sementara Teheran masih sebagian besar memblokir Selat Hormuz.

Harga minyak mentah global berbalik menguat yaitu minyak jenis WTI berada di level 97,44 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent berada di level 97,77 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, sore pukul 16.54 WIB.

Di sisi lain, risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral AS The Fed menunjukkan semakin banyak anggota yang melihat potensi kenaikan suku bunga sebagai langkah yang diperlukan untuk menekan inflasi, meskipun banyak yang masih berharap langkah berikutnya bisa berupa penurunan suku bunga.

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik mobil listrik dan menyatakan komitmennya untuk mendukung hilirisasi.

Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman untuk satu tahun ke depan sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang tak kunjung usai.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menilai penguatan ini lebih mencerminkan sentimen jangka pendek.

“Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen apabila tidak diikuti de-eskalasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Kamis (9/4/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan rupiah dan potensi arus keluar dana asing masih perlu diwaspadai. “Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran 16.900 hingga 17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” ujarnya.

Dari sisi teknikal, Senior Technical Analyst Mirae Asset, Muhammad Nafan Aji menyebut IHSG mulai menunjukkan sinyal perbaikan awal.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah penguatan yang signifikan,” katanya.

Meski demikian, risiko struktural masih membayangi, seperti defisit APBN yang meningkat menjadi 0,9 persen PDB serta ketidakpastian geopolitik global. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan hasil review MSCI pada 12 Mei 2026 yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar domestik.

0 comments

    Leave a Reply