Google Kucurkan Rp 84 Miliar untuk Dorong Kesejahteraan Digital Anak Muda Asia Tenggara | IVoox Indonesia

February 12, 2026

Google Kucurkan Rp 84 Miliar untuk Dorong Kesejahteraan Digital Anak Muda Asia Tenggara

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakArifatul Choiri Fauzi dan Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik di YouTube (Asia Tenggara) dalam acara memperingati Safer Internet Day sedunia di Keenko PMK Jakarta pada Selasa (10/2/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Google mengucurkan dana sebesar 5 juta dolar AS atau sekitar Rp84 miliar sebagai komitmennya terhadap isu keamanan dan kesejahteraan digital. Pendanaan ini ditujukan untuk mendorong kesejahteraan digital anak muda di kawasan Asia Tenggara dan menjadi bagian dari rangkaian inisiatif Google dan YouTube dalam menyambut Hari Keamanan Berinternet 2026.

Di Indonesia, dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung kolaborasi antara Yayasan Plan Internasional dan ICT Watch. Kerja sama ini menargetkan pemberdayaan lebih dari 300.000 remaja, orang tua, serta guru agar mampu berkembang dan beradaptasi secara sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, mengatakan inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dalam penggunaan teknologi sehari-hari. “Sebagai anggota ID-COP bersama komunitas, kolaborasi ini merupakan upaya untuk membekali masyarakat setempat dengan sumber daya dan alat praktis untuk membangun hubungan yang sehat dan positif dengan teknologi,” kata Danny dalam acara Bijak Cerdas dan Ber-AI di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Tak hanya berhenti pada kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, Google dan YouTube juga menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Bersama pemerintah, keduanya meluncurkan dua program strategis yang tergabung dalam inisiatif AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital).

Program pertama bertajuk Youth Champions. Melalui program ini, duta muda lokal akan dilatih untuk menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing. Mereka dibekali kemampuan membangun ketahanan digital berbasis komunitas, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan konteks dan budaya setempat, sehingga pesan literasi digital dapat diterima lebih efektif.

Program kedua adalah Seri Konten Edukasi yang melibatkan 10 kreator ternama, di antaranya Kinderflix, Devina Hermawan, Kok Bisa, dan Parentalk. Para kreator ini akan memproduksi rangkaian konten edukatif yang bertujuan mempromosikan kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi generasi muda.

Berbagai program baru tersebut melengkapi inisiatif Google dan YouTube yang telah berjalan sebelumnya. Di antaranya adalah pelatihan bagi 2.500 guru bimbingan konseling digital berbasis komunitas di Jakarta, program Akademi Kreator yang telah menjangkau lebih dari 4.000 kreator dan guru di 34 provinsi, serta peluncuran buku berjudul Panduan Kesehatan Digital.

Danny menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik. “Bersama Kemenko PMK, para akademisi, mitra, kementerian terkait, kita tidak hanya sedang membangun platform tapi kita juga membentuk karakter warga digital masa depan Indonesia yang tangguh dan bijaksana,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply