IMF Khawatir Penghentian Lalu Lintas Selat Hormus Ganggu Rantai Pasok

IVOOX.id – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyatakan kekhawatirannya terkait gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh penghentian lalu lintas di Selat Hormuz.
"Ya, kami prihatin tentang kerusakan fisik dalam rantai pasokan. Kami sudah melihat, terutama di Asia yang sangat bergantung pada impor dari Teluk, bahwa ada kekurangan; tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga nafta, helium," kata Georgieva dalam sebuah arahan, Rabu (16/4/2026), dikutip dari Antara.
Dia menambahkan bahwa dampak gangguan tersebut bisa meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Georgieva juga menyarankan agar negara-negara mengadopsi langkah-langkah penghematan energi, seperti membuat transportasi umum gratis atau mendorong kerja jarak jauh.
Terkait pasokan bahan bakar, Georgieva menilai April akan menjadi masa yang lebih sulit daripada bulan sebelumnya, dalam hal gangguan pasokan bahan bakar global.
"Kami sangat prihatin dengan dampak gangguan pasokan minyak dan gas; yang juga kami sadari adalah Maret merupakan bulan yang sulit, tetapi April mungkin akan lebih sulit lagi. Kenapa? Karena kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah sampai di tujuan dan tidak ada pengiriman baru yang akan datang," ujar Georgieva.
Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran, yang dimulai sejak serangan pada akhir Februari lalu, menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Hal itu juga berpengaruh terhadap aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Angkatan Laut AS pun, Senin, 13 April 2026, mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada kedua sisi jalur air tersebut.
Washington menegaskan bahwa kapal selain Iran bebas untuk melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.


0 comments