IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Jelang Lebaran | IVoox Indonesia

19 Maret 2026

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Jelang Lebaran

Suasana bongkar muat barang di salah satu pelabuhan
Ilustrasi - Suasana bongkar muat barang di salah satu pelabuhan. ANTARA/HO-IPC TPK

IVOOX.id – Anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) di seluruh terminal guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kesiapan tersebut juga untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik.

Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menyampaikan peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ujar Pramestie dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/3/2026), dikutip dari Antara.

Langkah itu diambil seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik yang mulai menunjukkan eskalasi signifikan memasuki minggu ketiga Ramadhan.

Guna menjaga kelancaran arus logistik dan menghindari kepadatan di area pelabuhan, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis, di antaranya optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1.

Kemudian, kerja sama dengan beberapa depo peti kemas pendukung di sekitar Tanjung Priok serta penguatan fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas port facility security officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Seiring dengan rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret 2026, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas pengiriman oleh para pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.

Untuk itu, perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa agar melakukan percepatan pengambilan peti kemas untuk dikeluarkan menuju depo di sekitar Jakarta Utara guna menghindari potensi penumpukan usai Lebaran.

"Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran," ucap Pramestie.

IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait serta perusahaan pelayaran untuk memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan kelancaran arus peti kemas di seluruh terminal.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pembatasan operasional angkutan barang yang diberlakukan pemerintah demi keselamatan dan kelancaran arus mudik serta balik selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Hal itu sehubungan implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026 yang ditandatangani oleh Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri.

Sementara Korlantas Polri menyebut ada lima kluster yang menjadi fokus pengamanan, di antaranya jalan tol, jalan nasional atau jalan kabupaten, pelabuhan penyeberangan, tempat-tempat ibadah, dan tempat wisata.

0 comments

    Leave a Reply