Menkeu Purbaya Sebut Insentif Kendaraan Listrik Masih Dibahas Bersama Otoritas dan Industri | IVoox Indonesia

April 13, 2026

Menkeu Purbaya Sebut Insentif Kendaraan Listrik Masih Dibahas Bersama Otoritas dan Industri

Pekerja sedang merakit mobil listrik di pabrik VinFast di Hai Phong
Pekerja sedang merakit mobil listrik di pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam, pada 5 November 2025. (ANTARA/Suryanto)

IVOOX.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kajian mengenai insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam tahap pembahasan dengan otoritas dan pelaku industri terkait.

Untuk mobil listrik, misalnya, Purbaya menyebut telah berdiskusi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

“Gaikindo mengundang mau pameran mobil, tapi juga diskusi misalnya kalau perlu insentif, insentif seperti apa untuk mobil listrik dan lain-lain,” kata Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Purbaya, pembahasan bersama Gaikindo tersebut belum rampung dan masih akan berlanjut pada pertemuan berikutnya.

Sementara terkait motor listrik, Menkeu menyatakan tengah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Insentif tersebut nantinya diarahkan kepada motor listrik generasi terbaru.

“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin menyampaikan terkait insentif motor listrik, saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan, serta menekankan besaran insentif masih dalam pembahasan.

"Masih dibicarakan," kata Menperin ditemui di Jakarta, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Antara.

Dia menyebut pemerintah saat ini sedang menyiapkan regulasi untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor.

Sementara itu, produksi motor berbasis konvensional tidak akan dihentikan, melainkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama ke kawasan nontradisional.

Ia menyampaikan pula bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh kendaraan ke depan akan berbasis listrik, seiring semakin pentingnya upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply