Pengelola Bandara Ngurah Rai Umumkan Penghentian Operasi 24 Jam Saat Hari Raya Nyepi | IVoox Indonesia

14 Maret 2026

Pengelola Bandara Ngurah Rai Umumkan Penghentian Operasi 24 Jam Saat Hari Raya Nyepi

 penumpang pesawat di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
Petugas memberikan informasi kepada calon penumpang pesawat di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (4/3/2026). Hingga Rabu (4/3) sore tercatat sebanyak 35 jadwal penerbangan internasional yang terdiri dari 20 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan di bandara Bali mengalami pembatalan sehingga 5.905 orang calon penumpang terdampak akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah menyusul konflik AS-Israel dengan Iran. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU

IVOOX.id – Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, mengumumkan penghentian operasional penerbangan selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi.

“Sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A0096 yang diterbitkan oleh Perum LPPNPI/AirNav Indonesia, seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara dihentikan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 Wita hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati dalam keterangan tertulis di Denpasar, Bali, Kamis (12/3/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan penutupan operasional ini bagian dari komitmen bandara dalam mendukung dan menghormati pelaksanaan Nyepi.

Sehingga, selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Nugroho mengatakan pengumuman penghentian operasional ini telah dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan, termasuk pihak maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, serta instansi terkait guna memastikan nantinya operasional sebelum dan sesudah periode Nyepi dapat berjalan baik.

Ia juga memastikan seluruh maskapai sudah menginformasikan para penumpangnya terkait penyesuaian jadwal penerbangan.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal sebelum dan setelah periode penghentian operasional,” ujarnya menegaskan.

Jika dilihat berdasarkan data bandara, dalam 24 jam Nyepi tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, dengan rincian 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional.

Selama itu, direncanakan sebanyak 19 pesawat yang akan melakukan remain over night atau parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Adapun penerbangan keberangkatan terakhir sebelum penghentian operasional adalah pada Rabu, 18 Maret 2026,pukul 23.10 Wita untuk rute domestik, dan Kamis, 19 Maret 2026, pukul 01.30 Wita untuk rute internasional.

Untuk penerbangan kedatangan terakhir adalah pada pukul Rabu, 18 Maret 2026, pukul 23.05 Wita untuk rute domestik, dan pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 00.30 Wita untuk rute internasional.

“Sedangkan untuk penerbangan keberangkatan pertama setelah pembukaan kembali operasional dijadwalkan pada Jumat (20/3/2026) pukul 07.00 Wita untuk rute domestik dan pukul 08.15 Wita untuk rute internasional,” kata Nugroho.

“Sementara untuk penerbangan kedatangan pertama adalah pada pukul 08.20 Wita untuk rute domestik, dan pada pukul 07.05 Wita untuk rute internasional,” sambungnya.

Untuk itu pengelola bandara di Bali Selatan itu mengimbau para calon penumpang yang memiliki rencana perjalanan di sekitar tanggal tersebut agar berkoordinasi dengan maskapai penerbangan terkait jadwal penerbangan, serta datang ke bandara sesuai waktu keberangkatan yang telah diinformasikan.

Penghentian sementara operasional bandara selama Hari Raya Nyepi sendiri sudah rutin dilaksanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dengan ini maka Umat Hindu di Pulau Dewata dapat melaksanakan rangkaian Catur Brata Penyepian dengan khidmat.

Tetapi meskipun operasional penerbangan dihentikan, Nugroho menyampaikan sejumlah personel tetap berjaga di kawasan bandara.

Mereka akan bersiaga untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang bersifat darurat, seperti penerbangan medis atau penerbangan yang bersifat khusus apabila diperlukan dan telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.

“Kami berharap pelaksanaan rangkaian ibadah Nyepi di tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, serta membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan semangat baru bagi kita semua dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis,” kata Nugroho Jati.

0 comments

    Leave a Reply